Senin, 16 Maret 2026

Saat teduh 16.03.26

 Nehemia 6:9 (TB)  Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.


Ketika Nehemia datang ke Yerusalem untuk membangun kembali kota yang sudah runtuh itu, banyak orang yang tidak setuju dan berusaha untuk menggagalkan rencana  ini. Diantaranya Sanbalat, tobia, gesyem, dan masih banyak lagi orang-orang yang terus berusaha menggagalkan pembangunan ini. Bahkan ketika orang-orang yahudi mulai membangun dan memperbaiki tembok Yerusalem itu,  ancaman terus berdatangan, dan semakin menghawatirkan dari sekedar menakut-nakuti sampai kepada ancaman  sehingga para pekerja harus waspada penuh.


Sebagian orang diperintahkan berjaga-jaga dan bahkan sebagian dari mereka harus bekerja dengan satu tangan, karena tangan satunya lagi harus pegang senjata (pasal 4). Ancaman tidak hanya ditujukan kepada Nehemia sebagai pemimpin tetapi juga provokasi kepada para pekerja. 


Ayat di Nehemia 6 diatas terjadi ketika pembangunan tembok sudah hampir selesai, tinggal memasang pintu gerbangnya. Tapi para provokator tidak berhenti untuk menggagalkan pembangunan ini. Jika kita baca, gangguan ini tidak hanya datang dari luar bangsa yahudi, bahkan sanbalat dan tobia juga memanfaatkan para nabi-nabi untuk mempengaruhi Nehemia. Tapi ayat diatas menuliskan bahwa Nehemia justru semakin  "berusaha sekuat tenaga".


Bukan hanya berusaha secara fisik tapi sekuat tenaga secara rohani dengan terus membangun dan memperkuat hubungannya kepada Tuhan. Segala perkara yang terjadi, dia perhadapkan kepada Tuhan sehingga solusi atas semua tantangan Tuhan berikan  sampai akhirnya pembangunan dapat diselesaikan. Dan di ayat 16 dikatakan bahwa akhirnya orang-orang mulai menyadari dan mengakui pertolongan Tuhan. 

 

Nehemia 6:16 (TB)  Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.



Dari ayat-ayat diatas saya belajar bagaimana Nehemia mengambil keputusan dalam situasi tersulit sekalipun. Semakin sulit situasi, justru semakin dia datang pada Tuhan. Semakin banyak ancaman dan dengan cara yang semakin tricky Nehemia semakin bergantung pada Tuhan. Bahkan dikatakan Nehemia berusaha sekuat tenaga. 


Di dalam hidup ini, pasti kita juga menghadapi banyak tantangan, kesulitan, ketidakpastian, dll. Entah itu datang dari sekitar kita, orang terdekat kita, teman sepelayanan kita, atau bahkan datang dari diri kita sendiri. Mari, kita semakin "berusaha sekuat tenaga" Untuk membangun hubungan kita dengan Tuhan.


Ketika tantangan atau kesulitan datang, yang kita lakukan bukan langsung berhenti baca firman Tuhan atau berhenti berdoa, tapi justru semakin mendorong diri kita sekuat tenaga terus membaca firman Tuhan, berdoa, bersaat teduh, datang dalam pertemuan ibadah dan bahkan menambahkan waktu khusus untuk melakukannya. Karna hanya melaluinya, jawaban atas segala pertanyaan disingkapkan, bahkan kekuatan dan keteguhan hati terus ditambahkan untuk tetap kuat menjalani hari-hari dalam hidup kita, sekalipun kita belum melihat jawaban  dari doa-doa kita. 


God bless you🙏


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda