Senin, 23 Maret 2026

Saat teduh 24.03.26

 Yesaya 32:17 (TB)  Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya


Salah satu hal yang paling dicari manusia di dunia ini adalah "ketenangan". Berbagai macam cara dilakukan manusia untuk mencari ketenangan ini. Mungkin kita juga tidak asing lagi dengan istilah "Healing" Yang sering muncul belakangan ini. Istilah ini menggambarkan kegiatan yang dilakukan untuk keluar sejenak dari rutinitas untuk mendapat ketenangan. Tidak jarang orang-orang rela membayar mahal untuk melakukan "healing" Versi mereka. 


Istilah "healing" Ini ada tentu karna ada situasi yang sangat menekan manusia itu dari lingkungannya bukan? Kalau lingkungan, atau rutinitas atau situasinya baik- baik saja sehingga  tidak membuat manusia itu tertekan, tentu saja manusia itu tidak akan perlu mencari cara untuk keluar dari situasi itu. Dan kenyataan nya memang, selama kita ada di dunia ini kita akan terus mengalami hal-hal sulit tersebut. Entah itu tekanan, entah itu kesulitan, entah itu perdebatan yang membuat manusia itu tertekan. 


Tapi Firman Tuhan diatas mengingatkan dan mengajarkan kita satu kunci agar hidup kita mengalami ketenangan selama-lamanya adalah hiduplah dalam KEBENARAN. Lakukan yang benar, pikirkan yang benar maka, tak perlu bayar mahal-mahal, tidak perlu susah-susah, kita akan mengalami ketenangan dan ketentraman selama-lamanya. 


God bless you🙏

Sabtu, 21 Maret 2026

Saat teduh 20.03.26

 Amsal 20:24 (TB)  Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya? 



Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup kita. Dari hal yang kecil sampai yang besar, dari hal yang mungkin masih masuk akal, sampai yang ada di luar logika kita. Tapi itu semua terjadi begitu saja, tanpa minta persetujuan kita. Apakah kemudian nanti kita bisa melaluinya, apakah itu akan menyenangkan bagi kita atau tidak. Tapi semuanya terjadi begitu saja kan? Bahkan mungkin sampai hari ini masih banyak hal yang terjadi dalam hidup kita yang menyisakan pertanyaan dan kita belum juga menemukan jawabannya. Seperti teka-teki panjang yang tidak akan pernah selesai. Kalau kita terus berusaha menyelesaikan pertanyaan yang ada dengan kemampuan berfikir kita, kita sendiri  yang akan lelah dan tersesat di dalam pemikiran kita sendiri. 


Kadangkala peristiwa yang terjadi dalam hidup membuat orang mulai mempertanyakan alasanya dan tujuannya mengapa terjadi dalam hidup mereka dan kemudian mengukurnya dengan logika sendiri. Lalu kemudian bertanya "kenapa Tuhan? " Berharap jawaban yang akan diterima, muncul dalam bentuk yang mereka harapkan. Tapi ternyata tidak demikian adanya. Dan lalu tidak jarang, ketika pertanyaan ini dilontarkan, tapi belum menemukan jawaban seperti yang diinginkan, lahirkan perasaan kecewa pada keadaan atau bahkan kepada Tuhan. Atau timbul overthinking, karna menduga-duga hal yang akan terjadi, padahal belum tentu terjadi sebenarnya. Semuanya terjadi karna satu hal, yaitu kita mencoba memahami semuanya dengan pemikiran kita yang sangat terbatas. 


Jika kita mau belajar dari ayat firman Tuhan diatas, bahwa kita perlu benar-benar menyadari bahwa : Tuhanlah yang menentukan langkah manusia itu. Tuhan yang mempunyai rancangan dan pemikiran yang tidak terbatas, sehingga tidak terjangkau oleh pemikiran manusia. Jadi, berhentilah menjadikan logikamu sebagai tolak ukur apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Mari coba tundukkan pemikiranmu sendiri dibawah pemikiran Tuhan. Kenallah Tuhan dan sifat dan karakternya melalui firman-Nya supaya kita tertolong untuk menjalani hidup kita. 


Sadari bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah baik dalam rancangan Tuhan. Tuhan tidak pernah merancangkan hal yang buruk terjadi dalam hidup kita ( Yeremia 29:11). Pastikan saja bahwa kita tidak melenceng dari apa yang Tuhan rencanakan bagi kita. Selalu kembali kepada firman Tuhan yang menjadi tolak ukur atas segala sesuatu di hidup kita. Tuhan tidak pernah meminta kita untuk memahami Tuhan dengan logika kita, tapi Tuhan minta kita percaya saja (Amsal 3:5-6) dan menyerahkan segala kekuatiran kita pada Nya (1 Petrus 5:7) . 




Senin, 16 Maret 2026

Saat teduh 16.03.26

 Nehemia 6:9 (TB)  Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.


Ketika Nehemia datang ke Yerusalem untuk membangun kembali kota yang sudah runtuh itu, banyak orang yang tidak setuju dan berusaha untuk menggagalkan rencana  ini. Diantaranya Sanbalat, tobia, gesyem, dan masih banyak lagi orang-orang yang terus berusaha menggagalkan pembangunan ini. Bahkan ketika orang-orang yahudi mulai membangun dan memperbaiki tembok Yerusalem itu,  ancaman terus berdatangan, dan semakin menghawatirkan dari sekedar menakut-nakuti sampai kepada ancaman  sehingga para pekerja harus waspada penuh.


Sebagian orang diperintahkan berjaga-jaga dan bahkan sebagian dari mereka harus bekerja dengan satu tangan, karena tangan satunya lagi harus pegang senjata (pasal 4). Ancaman tidak hanya ditujukan kepada Nehemia sebagai pemimpin tetapi juga provokasi kepada para pekerja. 


Ayat di Nehemia 6 diatas terjadi ketika pembangunan tembok sudah hampir selesai, tinggal memasang pintu gerbangnya. Tapi para provokator tidak berhenti untuk menggagalkan pembangunan ini. Jika kita baca, gangguan ini tidak hanya datang dari luar bangsa yahudi, bahkan sanbalat dan tobia juga memanfaatkan para nabi-nabi untuk mempengaruhi Nehemia. Tapi ayat diatas menuliskan bahwa Nehemia justru semakin  "berusaha sekuat tenaga".


Bukan hanya berusaha secara fisik tapi sekuat tenaga secara rohani dengan terus membangun dan memperkuat hubungannya kepada Tuhan. Segala perkara yang terjadi, dia perhadapkan kepada Tuhan sehingga solusi atas semua tantangan Tuhan berikan  sampai akhirnya pembangunan dapat diselesaikan. Dan di ayat 16 dikatakan bahwa akhirnya orang-orang mulai menyadari dan mengakui pertolongan Tuhan. 

 

Nehemia 6:16 (TB)  Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.



Dari ayat-ayat diatas saya belajar bagaimana Nehemia mengambil keputusan dalam situasi tersulit sekalipun. Semakin sulit situasi, justru semakin dia datang pada Tuhan. Semakin banyak ancaman dan dengan cara yang semakin tricky Nehemia semakin bergantung pada Tuhan. Bahkan dikatakan Nehemia berusaha sekuat tenaga. 


Di dalam hidup ini, pasti kita juga menghadapi banyak tantangan, kesulitan, ketidakpastian, dll. Entah itu datang dari sekitar kita, orang terdekat kita, teman sepelayanan kita, atau bahkan datang dari diri kita sendiri. Mari, kita semakin "berusaha sekuat tenaga" Untuk membangun hubungan kita dengan Tuhan.


Ketika tantangan atau kesulitan datang, yang kita lakukan bukan langsung berhenti baca firman Tuhan atau berhenti berdoa, tapi justru semakin mendorong diri kita sekuat tenaga terus membaca firman Tuhan, berdoa, bersaat teduh, datang dalam pertemuan ibadah dan bahkan menambahkan waktu khusus untuk melakukannya. Karna hanya melaluinya, jawaban atas segala pertanyaan disingkapkan, bahkan kekuatan dan keteguhan hati terus ditambahkan untuk tetap kuat menjalani hari-hari dalam hidup kita, sekalipun kita belum melihat jawaban  dari doa-doa kita. 


God bless you🙏


Jumat, 06 Maret 2026

Amsal 23:17-18

 Amsal 23:17-18 (TB)  Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. 

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. 


Mungkin di kehidupan kita sehari-hari, kita pernah menjumpai seseorang yang menjalani kehidupannya dengan tidak baik, tapi seolah-olah dia bahagia-bahagia aja. Misalnya seseorang yang mendapatkan uang dengan jalan tidak jujur, kelihatannya dia bahagia aja. Hartanya banyak, bisa beli ini itu, bisa liburan kesana sini, dll, sementara kita udah berjuang, tapi kayaknya gabisa seperti mereka. 


Tapi firman Tuhan bilang jangan iri sama orang-orang seperti itu. Seringkali anak-anak muda tergiur untuk melakukan hal-hal yang tidak benar tadi karna iri melihat hidup mereka yang seolah "bahagia/sempurna". Tapi seringkali kita lupa, bahwa sesungguhnya ketika kita terus berjuang untuk hidup benar, yang kita miliki mungkin bukan uang yang berlimpah, tapi masa depan yang harapan yang tidak pernah hilang. Artinya apa? Selalu ada konsekuensi dari setiap tindakan atau keputusan yang kita ambil kok. Kalau kita bertindak benar, maka hal baik pula yang akan kita terima. Sementara mereka yang melakukan kecurangan, hukuman sudah menanti. Rasa waswas akan kehilangan hartanya, rasa tertuduh terus menerus karna melakukan yang salah, rasa kuatir kalau sewaktu-waktu kejahatannya terbongkar dll. 


Jadi, tetap fokus melakukan hal yang bener yokk, gaperlu iri dan ikut²an dengan mereka yang ga bener.