Jumat, 07 Agustus 2026

Gambar Diri

 Siapa aku sebenarnya? 



Sesuatu yang pernah kukerjakan dengan sepenuh hati

Yang Lambat laun aku menikmatinya

Lalu kemudian jatuh hati. 

Sesuatu yang kuanggap paling berharga, kubangun, kubentuk dan kupelihara. 

Hatiku, pikiranku, kekuatanku rasanya tumpah disana. Rasanya ruah, sampai tak bersisa. 


Pernah kudengar mereka menganggapku berlebihan. 

Tapi dengan mudah bisa kutepis karna keyakinanku akan apa yang sedang kulakukan. 


Lalu kemudian sekarang. .. 

Kata-kata mu seolah meruntuhkan apa yang sangat kuyakini. 

Terlalu kuat, sampai aku yakin bahwa itu benar adanya. 

Aku yakin bahwa apa yang kubangun itu adalah salah, tak berharga bahkan merugikan. 


Aku kemudian hilang arah

Sesaat aku menyalahkan diriku mati-matian

Terlalu banyak pertanyaan "kenapa" yang kutujukan ke diriku. 

Sampai akhirnya aku lelah untuk semuanya. 

Rasanya, tidak ada lagi rasa, tidak ada lagi empati, dan tidak ada lagi kekuatan yang tersisa. 

Aku kehilangan alasan untuk mencinta. 

Tidak untuk memberi cinta, tidak juga untuk dicintai. 

Dari apa yang selama ini sangat kuyakini tentang cinta, ternyata hanya kesalahan besar yang menyakitkan


Yang tersisa hanya seperti luka besar yang menganga, sekali² masih mengeluarkan darah segar, bengkak dan memerah. 

Begitu kentara, sampai Siapapun yang melihatnya seolah bisa merasakan sakitnya. Entah sampai kapan akan begitu.. 

Akupun rasanya tak punya kekuatan untuk menyembuhkannya. 

Bahkan tak tau mau mulai dari mana. 

Akkhh... Aku benci




Lalu, waktu terus berjalan lalu mengajariku pertanyaan lain selain "kenapa" Kepada diriku. 

Pertanyaan "siapa kamu " Yang memvonisku? 

Apa dasar pernyataanmu? 

Mungkin bukan apa yang kuyakini yang salah. 

Mungkinkah cara pandangmu yang berubah padaku? Atau bahkan mungkin sesuatu dalam dirimu. 

Dan aku tak perlu bertanggung jawab atas itu. 

Memang kamu berharga bagiku, tapi kebenaran diatas segalanya jauh lebih penting. 


Sekarang, aku mungkin lelah

Tenagaku belum pulih

Mari sejenak memberi jarak, sampai kita sama-sama pulih, 

Lalu bertumbuh lebih baik dari sebelumnya. Entah kelak akhirnya bersama atau hanya sekedar bertegur sapa, tidak masalah



#pulih