Senin, 06 Desember 2021

041021

 

041021

Kau tau kapan aku sangat merindukanmu?

Rasanya hampir setiap hari aku merindukanmu bahkan saat ini

Kau tau kenapa aku sangat merindukanmu?

Karena rasanya aku bisa menjadi diriku sendiri di depanmu

Menangis dan kelihatan lemah bahkan kelihatan bodoh sekalipun

Bukanlah sesuatu yang akan kuhindari bila bersamamu

 

Aku merindukanmu saat ini

Banyak hal yang aku ingin ceritakan sekarang

Banyak rasa dan emosi yang rasanya sulit ku terjemahkan

Aku hanya butuh di dengarkan

Dan sesekali aku butuh candaanmu untuk membuatku marah

Entah kenapa selama ini itu berhasil menenangkanku

 

Dulu tak sulit datang padamu dan langsung bercerita

Tapi sekarang rasanya banyak pertimbangan di kepala ini

Berharap kau akan paham sendiri dan mendatangiku lebih dulu,

Lalu bertanya ada apa?

Namun rasanya seperti mengharapkan yang terlalu besar dan mengada ada

 

Rasanya aku ingin tagih ucapan selamat ulang tahun darimu

Tapi rasanya enggan, namun masih berharap

Lagi pula ..”meski tak ku ucapkan, aku tak pernah lupa ulang tahunmu”

Begitu katamu terakhir kali ku tagih ucapan selamat darimu

Lalu, berharap ingatanmu tentangku masih sama seperti saat itu

 

Mungkin ada orang lain yang mengisi hari-harinya sekarang, pikirku

Yang mungkin akan terusik jika aku tiba-tiba datang dengan kisahku

Mungkin dia memang menginginkan ini

Memberi jarak dan ruang pada keluh kesahku

Mungkin ceritaku tidak lagi menarik baginya untuk di dengar

Mungkin memang ini yang dia mau,

 karna dia ingin bahagia dengan keputusannya sendiri ....

Mungkin aku juga harus belajar terbiasa seperti ini

Label: ,

Sabtu, 24 April 2021

Titik terlihat #puisi

 Terimakasih karna telah berdiri disana

Sigap bergerak, menopang ketika diri ini luluh lantak

Namun juga yang tetap tegak, ketika hati ini membutuhkan jarak


Meski tak bercakap, namun hadirmu itu cukup

Tak perlu menghakimi, namun telingamu bagi kisahku tak tertutup

Tak pernah kulihat kau coba menjadi pahlawan untuk dianggap

Ataupun sekedar berharap,

Agar lakumu menjadi sesuatu yang perlu aku ungkap.


Terimakasih selalu disana dan tak berpindah

Di titik terlihat dari bidikan radar saat ku butuh

Terimakasih untuk tidak menyerah

Diantara gelapnya sulit dan asa yang hampir pudar

Terimakasih untuk tidak berubah

Dan tetap menjadi seseorang  dari antara ratusan mereka yang mengitar


Kuharap tetaplah disana 

Ketika nanti terang menang atas gulita

Akan kuajak kau kelak ikut menari

Saat tangan kita akhirnya bertaut dalam jemari

Kaulah yang kuharap kelak menemani

Sampai jiwa dan badan tak lagi saling memiliki



Label:

Kamis, 07 Februari 2019

Rindu


Dulu sekali rindu menjadi mantra yang berjiwa bagi kita
Terngiang jelas bagaimana kau mengejanya di telingaku
Menjadi senandung yang kerap mengantarku tidur
bayangan skenario indah yang mengukir tawa dalam mimpi

Kini semuanya jadi hambar
Seolah2 mantra itu tak pernah kita ucap
Bagaimana mungkin dia mengantarku tidur lalu tertawa??
Kalau nyatanya dia hanya sekedar kata tanpa makna??

Tidakkk...
Tidak ada yang salah dalam rindu kita
Kita hanya berada dalam titian waktu yang berbeda
Nyatanya kau tidak lagi berkawan pada apa yang kunikmati kini
Aku tidak lagi bercerita tentang warna2 yang menemaniku
Dan kau merasa cukup ketika kau tau siapa aku dulu.

Kini aku kembali, tapi rasanya tak lagi sama
Memulai lagi dengan orang asing yang dulu rindunya selalu kutunggu.
Berjabat tangan dengan kenangan yang sebentar akan kita ukir.
Lalu menertawakan mimpi yang dulu ada dalam tidurku.
Memeluk rindu yang sekarang tak lagi sama.

Label: