Sabtu, 21 Maret 2026

Saat teduh 20.03.26

 Amsal 20:24 (TB)  Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya? 



Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup kita. Dari hal yang kecil sampai yang besar, dari hal yang mungkin masih masuk akal, sampai yang ada di luar logika kita. Tapi itu semua terjadi begitu saja, tanpa minta persetujuan kita. Apakah kemudian nanti kita bisa melaluinya, apakah itu akan menyenangkan bagi kita atau tidak. Tapi semuanya terjadi begitu saja kan? Bahkan mungkin sampai hari ini masih banyak hal yang terjadi dalam hidup kita yang menyisakan pertanyaan dan kita belum juga menemukan jawabannya. Seperti teka-teki panjang yang tidak akan pernah selesai. Kalau kita terus berusaha menyelesaikan pertanyaan yang ada dengan kemampuan berfikir kita, kita sendiri  yang akan lelah dan tersesat di dalam pemikiran kita sendiri. 


Kadangkala peristiwa yang terjadi dalam hidup membuat orang mulai mempertanyakan alasanya dan tujuannya mengapa terjadi dalam hidup mereka dan kemudian mengukurnya dengan logika sendiri. Lalu kemudian bertanya "kenapa Tuhan? " Berharap jawaban yang akan diterima, muncul dalam bentuk yang mereka harapkan. Tapi ternyata tidak demikian adanya. Dan lalu tidak jarang, ketika pertanyaan ini dilontarkan, tapi belum menemukan jawaban seperti yang diinginkan, lahirkan perasaan kecewa pada keadaan atau bahkan kepada Tuhan. Atau timbul overthinking, karna menduga-duga hal yang akan terjadi, padahal belum tentu terjadi sebenarnya. Semuanya terjadi karna satu hal, yaitu kita mencoba memahami semuanya dengan pemikiran kita yang sangat terbatas. 


Jika kita mau belajar dari ayat firman Tuhan diatas, bahwa kita perlu benar-benar menyadari bahwa : Tuhanlah yang menentukan langkah manusia itu. Tuhan yang mempunyai rancangan dan pemikiran yang tidak terbatas, sehingga tidak terjangkau oleh pemikiran manusia. Jadi, berhentilah menjadikan logikamu sebagai tolak ukur apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Mari coba tundukkan pemikiranmu sendiri dibawah pemikiran Tuhan. Kenallah Tuhan dan sifat dan karakternya melalui firman-Nya supaya kita tertolong untuk menjalani hidup kita. 


Sadari bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah baik dalam rancangan Tuhan. Tuhan tidak pernah merancangkan hal yang buruk terjadi dalam hidup kita ( Yeremia 29:11). Pastikan saja bahwa kita tidak melenceng dari apa yang Tuhan rencanakan bagi kita. Selalu kembali kepada firman Tuhan yang menjadi tolak ukur atas segala sesuatu di hidup kita. Tuhan tidak pernah meminta kita untuk memahami Tuhan dengan logika kita, tapi Tuhan minta kita percaya saja (Amsal 3:5-6) dan menyerahkan segala kekuatiran kita pada Nya (1 Petrus 5:7) . 




Senin, 16 Maret 2026

Saat teduh 16.03.26

 Nehemia 6:9 (TB)  Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.


Ketika Nehemia datang ke Yerusalem untuk membangun kembali kota yang sudah runtuh itu, banyak orang yang tidak setuju dan berusaha untuk menggagalkan rencana  ini. Diantaranya Sanbalat, tobia, gesyem, dan masih banyak lagi orang-orang yang terus berusaha menggagalkan pembangunan ini. Bahkan ketika orang-orang yahudi mulai membangun dan memperbaiki tembok Yerusalem itu,  ancaman terus berdatangan, dan semakin menghawatirkan dari sekedar menakut-nakuti sampai kepada ancaman  sehingga para pekerja harus waspada penuh.


Sebagian orang diperintahkan berjaga-jaga dan bahkan sebagian dari mereka harus bekerja dengan satu tangan, karena tangan satunya lagi harus pegang senjata (pasal 4). Ancaman tidak hanya ditujukan kepada Nehemia sebagai pemimpin tetapi juga provokasi kepada para pekerja. 


Ayat di Nehemia 6 diatas terjadi ketika pembangunan tembok sudah hampir selesai, tinggal memasang pintu gerbangnya. Tapi para provokator tidak berhenti untuk menggagalkan pembangunan ini. Jika kita baca, gangguan ini tidak hanya datang dari luar bangsa yahudi, bahkan sanbalat dan tobia juga memanfaatkan para nabi-nabi untuk mempengaruhi Nehemia. Tapi ayat diatas menuliskan bahwa Nehemia justru semakin  "berusaha sekuat tenaga".


Bukan hanya berusaha secara fisik tapi sekuat tenaga secara rohani dengan terus membangun dan memperkuat hubungannya kepada Tuhan. Segala perkara yang terjadi, dia perhadapkan kepada Tuhan sehingga solusi atas semua tantangan Tuhan berikan  sampai akhirnya pembangunan dapat diselesaikan. Dan di ayat 16 dikatakan bahwa akhirnya orang-orang mulai menyadari dan mengakui pertolongan Tuhan. 

 

Nehemia 6:16 (TB)  Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.



Dari ayat-ayat diatas saya belajar bagaimana Nehemia mengambil keputusan dalam situasi tersulit sekalipun. Semakin sulit situasi, justru semakin dia datang pada Tuhan. Semakin banyak ancaman dan dengan cara yang semakin tricky Nehemia semakin bergantung pada Tuhan. Bahkan dikatakan Nehemia berusaha sekuat tenaga. 


Di dalam hidup ini, pasti kita juga menghadapi banyak tantangan, kesulitan, ketidakpastian, dll. Entah itu datang dari sekitar kita, orang terdekat kita, teman sepelayanan kita, atau bahkan datang dari diri kita sendiri. Mari, kita semakin "berusaha sekuat tenaga" Untuk membangun hubungan kita dengan Tuhan.


Ketika tantangan atau kesulitan datang, yang kita lakukan bukan langsung berhenti baca firman Tuhan atau berhenti berdoa, tapi justru semakin mendorong diri kita sekuat tenaga terus membaca firman Tuhan, berdoa, bersaat teduh, datang dalam pertemuan ibadah dan bahkan menambahkan waktu khusus untuk melakukannya. Karna hanya melaluinya, jawaban atas segala pertanyaan disingkapkan, bahkan kekuatan dan keteguhan hati terus ditambahkan untuk tetap kuat menjalani hari-hari dalam hidup kita, sekalipun kita belum melihat jawaban  dari doa-doa kita. 


God bless you🙏


Jumat, 06 Maret 2026

Amsal 23:17-18

 Amsal 23:17-18 (TB)  Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. 

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. 


Mungkin di kehidupan kita sehari-hari, kita pernah menjumpai seseorang yang menjalani kehidupannya dengan tidak baik, tapi seolah-olah dia bahagia-bahagia aja. Misalnya seseorang yang mendapatkan uang dengan jalan tidak jujur, kelihatannya dia bahagia aja. Hartanya banyak, bisa beli ini itu, bisa liburan kesana sini, dll, sementara kita udah berjuang, tapi kayaknya gabisa seperti mereka. 


Tapi firman Tuhan bilang jangan iri sama orang-orang seperti itu. Seringkali anak-anak muda tergiur untuk melakukan hal-hal yang tidak benar tadi karna iri melihat hidup mereka yang seolah "bahagia/sempurna". Tapi seringkali kita lupa, bahwa sesungguhnya ketika kita terus berjuang untuk hidup benar, yang kita miliki mungkin bukan uang yang berlimpah, tapi masa depan yang harapan yang tidak pernah hilang. Artinya apa? Selalu ada konsekuensi dari setiap tindakan atau keputusan yang kita ambil kok. Kalau kita bertindak benar, maka hal baik pula yang akan kita terima. Sementara mereka yang melakukan kecurangan, hukuman sudah menanti. Rasa waswas akan kehilangan hartanya, rasa tertuduh terus menerus karna melakukan yang salah, rasa kuatir kalau sewaktu-waktu kejahatannya terbongkar dll. 


Jadi, tetap fokus melakukan hal yang bener yokk, gaperlu iri dan ikut²an dengan mereka yang ga bener.

Kamis, 29 Januari 2026

2025

 

2025 Recap

Senin, 27 Oktober 2025

Percaya kemudian melihat

"Kau terbesar dan mulia, 

Ajaib semua perbuatanMu"...


Begitulah sepenggal lirik salah satu lagu pujian. Sangat powerfull, sangat meneguhkan. 

Tapi, bagaimana kita memaknainya, bahkan menyanyikannya ketika situasi yang kita alami seolah-olah tidak membuktikan itu?


Suatu kali, sebelum berangkat ibadah, ponakanku bilang kalau beras dirumah sudah habis. Bahkan untuk makan malam hari itu pun sudah tidak ada. Bahkan untuk siang mungkin pas-pasan atau bahkan kurang. Pagi itu, karna udah buru-buru mau berangkat ibadah, aku pesankan ke ponakanku kalau nanti nasinya habis, minta tolong sama saudara aja yang kebetulan rumah nya tidak terlalu jauh dari rumah. Sebelumnya aku udah inisiatif mau pinjam uang untuk beli beras, tapi katanya tidak punya uang. Tapi kalau Sebatas nasi untuk siang itu, pastilah mereka masih punya pikirku. 


Singkatnya, jadilah aku berangkat ibadah pagi itu dengan rancangan akan meminjam uang dari salah satu saudara di gereja, untuk membeli beras hari itu, mungkin untuk sekilo atau dua kilo beras yang penting cukup beberapa hari kedepan, lalu kemudian dipikirkan lagi. Sepanjang ibadah aku terus berfikir perkara beras habis dirumah. Di tengah ibadah, Pujian itu dinyanyikan . "....Kau terbesar dan mulia, ajaib semua perbuatanMu..." 


Saat itu mungkin aku tidak bisa melihat "perbuatan Tuhan yang ajaib" itu. Aku tidak mengalaminya nyatanya aku tau beras dirumah habis, dan aku harus minjam, ga tau kapan bisa balikin pinjaman itu nantinya, Ada satu intimidasi yang bilang dalam hati, "katanya Tuhanmu terbesar dan mulia, tapi masak untuk kebutuhan pokok mu aja Tuhan ga mau sediakan? berarti pujian itu ga valid dong, ngapain di nyanyiin kalo ga valid?

 tapi kemudian ada keyakinan dalam hati yang mendorong kuat untuk terus menyanyikan pujian itu.

"... seg'nap hati aku memuji, seg'nap jiwa aku bernyanyi karna RohMu ada dalamku Tuhan..."

Ketika pujian itu dinyanyikan berulang-ulang, pujian itu kunyanyikan dengan sepenuh hati bahkan semakin meresap ke hati, semakin diingatkan bagaimana seharusnya belajar percaya dan memperkatakan dengan iman. Bukan karna jalan keluarnya masalahku sudah ditemukan. Tapi belajar percaya aja bahwa Tuhan punya cara-cara Nya sendiri dan ajaib untuk menolong aku dan keluargaku. Dengan cara Nya sendiri membuktikan bahwa Dia besar dan Mulia seperti lagu pujian itu.

Selama kami datang berseru sama Tuhan, masakan Tuhan akan biarkan kami sampai kelaparan dan tidak makan? Sangat tidak mungkin. Tiba-tiba ada yang diubahkan dari sudut pandang ku tentang pujian, tentang cara kerja Tuhan dan siapa Tuhan itu sendiri.


Selesai ibadah, Seperti biasanya setiap Minggu selalu ada acara makan siang di gereja untuk semua jemaat. Siang itu juga kami makan bersama-sama dan setelah makan siang, semua jemaat pulang satu persatu, tinggal kami berdua beberes ruangan sekretariat gereja yang dipakai makan siang. Sambil beberes, tiba-tiba saudara itu bilang kalau nasi siang itu berlebih banyak. Dan singkat cerita aku disuruh untuk membawa nasinya pulang. Ada kalanya memang ada nasi berlebih atau lauk berlebih, tapi kali ini nasinya berlebih banyak sekali. Rasanya jumlah jemaat yang datang juga tidak sedikit. Jumlah beras yang dimasak juga sama aja seperti Minggu biasanya. Melihat itu aku jadi terdiam. Pada saat itu aku bahkan belom bilang mau pinjam duit. Aku bahkan tidak ingat lagi masalah beras dirumah. Tapi saat itulah Tuhan tunjukkan kalau Tuhan itu ajaib dan besar dan mulia. 


Aku benar-benar terpukau sama caranya Tuhan. Waktu nasi itu dibungkus, aku mau nangis, rasanya aku mau langsung cerita sama pembimbing ku, yang lagi bungkusin nasi itu. tapi rasanya kata-kata untuk menggambarkannya terlalu banyak di kepalaku, sampai aku ga tau mau mulai dari mana. Sampai akhirnya yang keluar hanya ucapan syukur ke Tuhan, ke pembimbingku aku bilang: "nanti satu saat aku akan cerita tentang ini ke kakak" dengan mata berkaca-kaca, dadaku penuh rasanya.


Sampai di rumah, ponakanku cerita ga jadi minta nasi siang itu, dia makan seadanya nasi yang tersedia, dan nasi yang kubawa cukup sampai besok siang nya. Luar biasanya lagi, besok harinya salah seorang saudara datang mengantar uang untuk belanja kami. Semua tercukupi!. Ga hanya beras!, sayur dan lauk pauknya Tuhan sediakan

Dan memang ajaib cara-cara Tuhan untuk memenuhi kebutuhan kami, karna setelah kejadian itu, aku mengingat- ingat kembali bagaimana pekerjaan Tuhan sebelumnya. Aku menyadari itu, Tapi kadangkala kekhawatiran diri sendiri membuat aku tidak melihat cara-cara Tuhan yang luar biasa itu bekerja. Tidak sabar untuk menunggu cara Tuhan, dan akhirnya bertindak mengandalkan kekuatan sendiri. Secara mata jasmani mungkin ending nya bisa jadi  sama. Setelah aku pinjam duit, aku kemudian beli beras, Sama-sama kebutuhan nya terpenuhi. tapi yang terlewat adalah, kehilangan kesempatan melihat cara-cara Tuhan yang ajaib itu, kalau aku tidak belajar percaya penuh kepada Tuhan. 


Belajar terus memperkatakan, sekalipun seolah tidak ada jalan keluar. Tapi ketika hal yang benar itu terus diperkatakan sampai pikiranku, hatiku bahkan seluruh nya aku mempercayai itu, maka hal itu akan diberikan kepadaku

Markus 11:24 (TB)  Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.


Jumat, 17 Oktober 2025

Bertumbuh tanpa sesal |171025

Aku tau, kamu tidak jahat

Dan kupastikan aku juga bukan orang jahat

Kita masing² hanya sedang bertumbuh

Lalu kemudian masuk ke fase hidup yang baru

Yang kita sendiri memang tidak paham sebelumnya


Jangankan menerjemahkannya agar kau mengerti. 

Aku sendiripun tak paham. 

Jadi, ga mengapa kalau hari ini gak ngerti

Tak perlu buru-buru memberi nama pada fase ini

Cukup nikmati saja proses tumbuhnya

Supaya kita tumbuh jadi yang semestinya

Tidak ada proses yang terlalu dipaksakan

Jadi manusia yang otentik, bukan karbitan

Maknai setiap waktu, 

Supaya kelak tidak ada yang disesali. 


Kalau saat ini terasa harus berjarak, 

Tak mengapa, setidaknya tidak saling menyakiti

Bertindak dengan kesadaran penuh

Kemudian meninggalkan fase ini kelak dengan hati penuh. 

Tak perlu menyalahkan siapapun. 

Karna memang semua orang harus bertumbuh. 

Kau tak bodoh, kalau hari ini belum mengerti

Memang mungkin harus demikian adanya. 




Selasa, 17 Juni 2025

Seperti Rusa Yang Haus |030423

 Gaes, ga tau kalian pernah dengar tentang ini atau gak sebelumnya


Kami baru cerita-cerita sama mama dirumah tentang rusa, mama cerita bahwa kalau waktu terbaik untuk memburu rusa adalah pada saat dia minum. Tau ga kenapa?? Karna rusa itu bukan hewan yang sembarang minum. Dia bisa menahan haus sampai menemukan sumber air terbaik menurutnya. Jadi,pada saat rusa haus berat dan minum, rusa seolah-olah ga peduli sama apa yang terjadi di sekitarnya. Jadi rusa bisa ditembak lebih mudah 


Padahal sebenarnya rusa termasuk hewan yang paling susah diburu, karna faktanya kemampuan pendengaran rusa jauh lebih baik dari pendengaran manusia. Telinga rusa juga bisa menangkap frekuensi-frekuensi suara yang ga mampu di dengar manusia. Dan juga fakta bahwa Penglihatan mereka tajam, karena posisi mata mereka memungkinkan mereka bisa melihat sampai 310°. Hewan inipun di anugerahi penciuman yang tajam, sehingga mereka bisa mencium makanan dari jarak yang cukup jauh, dan sekaligus sebagai alat komunikasi satu sama lain. Apalagi mereka bisa bergerak dan melompat dengan cepat untuk menghindari bahaya.


Lalu sejenak aku berfikir, mungkin itu sebabnya pe-mazmur mengumpamakan rusa yang haus dalam mazmur nya dan bukan hewan lain. Rusa Bukan hanya sekedar memuaskan dahaganya ketika rusa itu minum, tapi dia bisa melupakan apapun yang ada di sekitarnya, bahkan termasuk melupakan nyawanya sendiri dan fokus pada air di hadapannya. 


Kebayang ga, kalau kita saking hausnya sama Tuhan, kita ga lagi memikirkan apapun yang ada di sekitar kita, melupakan keinginan, melupakan hasrat atau ambisi kita, melupakan ketakutan dan kecemasan kita pada hal-hal yang selama ini mungkin kita fikir bisa merusak apa yang sudah kita miliki saat ini Namun Hanya berfokus pada sumber air kehidupan itu sendiri. 


Pengen ga sih gaess berada di posisi rusa yang haus itu?? 


*Lagi merenung aja 😁😁😁

Kamis, 08 Mei 2025

Dear me...

 Hai diriku...

Maaf kalau terlalu lama aku mengabaikan kebahagiaan kecil yang kau minta

Berhentilah sejenak melihat jingga matahari pagi, katamu suatu kali

Mari lihatlah berapa indahnya hijau rumput dibawah birunya langit,

Atau bentuk air sehabis hujan, yang penuh di ujung daun dan hampir jatuh ke tanah

Atau berimajinasi tentang bentuk awan yang selama ini bisa menarik ku sesaat dari hiruk pikuknya semesta ini,

"nanti..." Kataku tanpa menyadari kalau "nanti" itu ternyata tidak memiliki batas

Dan akhirnya kau terdiam, tak lagi meminta. Bukan karna tak lagi butuh. Tapi akhirnya terbiasa tanpanya.

Aku terus berlari tanpa ku tau apa yang ku kejar

Terburu-buru tanpa tau siapa yang mengejar.

Sampai ku sadari sudah terlalu banyak kesempatan untuk menikmati kebahagiaan kecil itu yang terlewat

Aku lelah kataku kemudian,  kepalaku berpeluh, batinku sesak, ragaku seolah kehilangan kendalinya

Rasanya bahkan tak sanggup lagi aku mencari sandaran untuk sejenak rehat. Antara tak sanggup atau tak lagi tau tempatnya.

Aku kehilangan pegangan ku.

Yang tersisa hanya  ingatan akan kebahagiaan kecil yang pernah kau minta.


Maaf... 


Sabtu, 26 April 2025

Be still

 Hakim-Hakim 7:21 (FAYH)  Sementara itu mereka berdiri saja dan memperhatikan apa yang terjadi. Seluruh bala tentara musuh yang sangat besar itu menjadi kalut. Prajurit-prajurit Midian itu berteriak-teriak dan lari ke sana ke mari.


Ayat diatas menceritakan kejadian ketika pasukan Israel dengan kekuatan 300 orang dipimpin oleh Gideon, menyerang pasukan bangsa Midian.  sementara pasukan Midian digambarkan seperti belalang saking banyaknya. Jika dilihat dengan logika, pastilah bangsa Israel akan kalah, tapi ketika Tuhan yang bertindak, hal yang diluar logika manusia bisa terjadi. bangsa Midian yang jumlah nya tidak sebanding dengan bangsa Israel itu tiba-tiba saling bunuh membunuh satu sama lain karna terkejut melihat obor bangsa Israel yang dinyalakan tiba-tiba. Selebihnya bangsa Israel tinggal melihat saja. Dan singkat cerita, bangsa Israel bisa mengalahkan orang Midian dan orang Amalek itu.

 

Kadangkala yang Tuhan mau dari kita itu adalah "diam" alias tidak melakukan apa-apa. Yapp...kadang kita sibuk berusaha melakukan ini dan itu, menganggap dengan melakukan banyak hal, kita membuktikan bahwa kita berbuat sesuatu untuk Tuhan. 

Tapi seringkali kita menjadi abai pada apa yang sebenarnya yang Tuhan mau. 

Kalau kita mau sedikit saja lebih dengar-dengaran sama yang Tuhan mau, Tuhan kadangkala hanya pengen kita duduk diam dan mendengarkan Dia.  

Buat apa? 

Terserah Tuhan

Karna Tuhan mau demikian

Terlalu dangkal pemikiran kita untuk bisa menjangkau pemikiran Tuhan. Bagaimana jika yang Tuhan mau adalah proses pembentukan hati dan karakter kita? Dan Bukan proses pembentukan otot atau ketrampilan kita.

Di tengah hiruk-pikuk sekalipun, kalau Tuhan mau kita "berdiam" saja, yoklahh...manut aja.

Jumat, 18 April 2025

Embrace|| Emosi part 1 dan 2

 Ketika Tuhan bilang ; jangan takut, jangan kuatir, jangan gelisah hatimu,....

Tidak berarti bahwa Tuhan akan membenciku ketika aku merasakan emosi itu


Tapi berarti bahwa.. : " seharusnya kamu tak perlu merasakannya, karna Aku ada!, I Will help you through, and never leave you behind. What you face became mine too" 


Jadi, ketika ada dalam kondisi itu, yang perlu aku lakukan adalah : datang sama Tuhan, akui apa yang aku rasakan, dan tanya Tuhan apa yang akan dilakukan selanjutnya. 


Jangan denial sama emosi itu, jangan menolaknya, tapi akui saja. Embrace it, karna itu akan membantu kita memilah2 emosi yang ada, dan bagaimana mengelolanya.


Part 2

Jika emosi itu anugrah dari Tuhan, maka dia tidak akan membawamu pada kehancuran. Jika itu yang terjadi, maka bisa dipastikan bukan emosi nya yang salah, tapi cara pengelolaan emosi tersebut. Yaa..cara pengelolaannya. Emosi itu harus dikelola dikembangkan, di multiplikasi. bukan di diemin aja, atau bahkan dikubur. Begitulah cara menghargai anugrah itu seharusnya.