2025
2025 Recap
Belajar Hidup dan menjadi manusia
"Kau terbesar dan mulia,
Ajaib semua perbuatanMu"...
Begitulah sepenggal lirik salah satu lagu pujian. Sangat powerfull, sangat meneguhkan.
Tapi, bagaimana kita memaknainya, bahkan menyanyikannya ketika situasi yang kita alami seolah-olah tidak membuktikan itu?
Suatu kali, sebelum berangkat ibadah, ponakanku bilang kalau beras dirumah sudah habis. Bahkan untuk makan malam hari itu pun sudah tidak ada. Bahkan untuk siang mungkin pas-pasan atau bahkan kurang. Pagi itu, karna udah buru-buru mau berangkat ibadah, aku pesankan ke ponakanku kalau nanti nasinya habis, minta tolong sama saudara aja yang kebetulan rumah nya tidak terlalu jauh dari rumah. Sebelumnya aku udah inisiatif mau pinjam uang untuk beli beras, tapi katanya tidak punya uang. Tapi kalau Sebatas nasi untuk siang itu, pastilah mereka masih punya pikirku.
Singkatnya, jadilah aku berangkat ibadah pagi itu dengan rancangan akan meminjam uang dari salah satu saudara di gereja, untuk membeli beras hari itu, mungkin untuk sekilo atau dua kilo beras yang penting cukup beberapa hari kedepan, lalu kemudian dipikirkan lagi. Sepanjang ibadah aku terus berfikir perkara beras habis dirumah. Di tengah ibadah, Pujian itu dinyanyikan . "....Kau terbesar dan mulia, ajaib semua perbuatanMu..."
Saat itu mungkin aku tidak bisa melihat "perbuatan Tuhan yang ajaib" itu. Aku tidak mengalaminya nyatanya aku tau beras dirumah habis, dan aku harus minjam, ga tau kapan bisa balikin pinjaman itu nantinya, Ada satu intimidasi yang bilang dalam hati, "katanya Tuhanmu terbesar dan mulia, tapi masak untuk kebutuhan pokok mu aja Tuhan ga mau sediakan? berarti pujian itu ga valid dong, ngapain di nyanyiin kalo ga valid?
tapi kemudian ada keyakinan dalam hati yang mendorong kuat untuk terus menyanyikan pujian itu.
"... seg'nap hati aku memuji, seg'nap jiwa aku bernyanyi karna RohMu ada dalamku Tuhan..."
Ketika pujian itu dinyanyikan berulang-ulang, pujian itu kunyanyikan dengan sepenuh hati bahkan semakin meresap ke hati, semakin diingatkan bagaimana seharusnya belajar percaya dan memperkatakan dengan iman. Bukan karna jalan keluarnya masalahku sudah ditemukan. Tapi belajar percaya aja bahwa Tuhan punya cara-cara Nya sendiri dan ajaib untuk menolong aku dan keluargaku. Dengan cara Nya sendiri membuktikan bahwa Dia besar dan Mulia seperti lagu pujian itu.
Selama kami datang berseru sama Tuhan, masakan Tuhan akan biarkan kami sampai kelaparan dan tidak makan? Sangat tidak mungkin. Tiba-tiba ada yang diubahkan dari sudut pandang ku tentang pujian, tentang cara kerja Tuhan dan siapa Tuhan itu sendiri.
Selesai ibadah, Seperti biasanya setiap Minggu selalu ada acara makan siang di gereja untuk semua jemaat. Siang itu juga kami makan bersama-sama dan setelah makan siang, semua jemaat pulang satu persatu, tinggal kami berdua beberes ruangan sekretariat gereja yang dipakai makan siang. Sambil beberes, tiba-tiba saudara itu bilang kalau nasi siang itu berlebih banyak. Dan singkat cerita aku disuruh untuk membawa nasinya pulang. Ada kalanya memang ada nasi berlebih atau lauk berlebih, tapi kali ini nasinya berlebih banyak sekali. Rasanya jumlah jemaat yang datang juga tidak sedikit. Jumlah beras yang dimasak juga sama aja seperti Minggu biasanya. Melihat itu aku jadi terdiam. Pada saat itu aku bahkan belom bilang mau pinjam duit. Aku bahkan tidak ingat lagi masalah beras dirumah. Tapi saat itulah Tuhan tunjukkan kalau Tuhan itu ajaib dan besar dan mulia.
Aku benar-benar terpukau sama caranya Tuhan. Waktu nasi itu dibungkus, aku mau nangis, rasanya aku mau langsung cerita sama pembimbing ku, yang lagi bungkusin nasi itu. tapi rasanya kata-kata untuk menggambarkannya terlalu banyak di kepalaku, sampai aku ga tau mau mulai dari mana. Sampai akhirnya yang keluar hanya ucapan syukur ke Tuhan, ke pembimbingku aku bilang: "nanti satu saat aku akan cerita tentang ini ke kakak" dengan mata berkaca-kaca, dadaku penuh rasanya.
Sampai di rumah, ponakanku cerita ga jadi minta nasi siang itu, dia makan seadanya nasi yang tersedia, dan nasi yang kubawa cukup sampai besok siang nya. Luar biasanya lagi, besok harinya salah seorang saudara datang mengantar uang untuk belanja kami. Semua tercukupi!. Ga hanya beras!, sayur dan lauk pauknya Tuhan sediakan
Dan memang ajaib cara-cara Tuhan untuk memenuhi kebutuhan kami, karna setelah kejadian itu, aku mengingat- ingat kembali bagaimana pekerjaan Tuhan sebelumnya. Aku menyadari itu, Tapi kadangkala kekhawatiran diri sendiri membuat aku tidak melihat cara-cara Tuhan yang luar biasa itu bekerja. Tidak sabar untuk menunggu cara Tuhan, dan akhirnya bertindak mengandalkan kekuatan sendiri. Secara mata jasmani mungkin ending nya bisa jadi sama. Setelah aku pinjam duit, aku kemudian beli beras, Sama-sama kebutuhan nya terpenuhi. tapi yang terlewat adalah, kehilangan kesempatan melihat cara-cara Tuhan yang ajaib itu, kalau aku tidak belajar percaya penuh kepada Tuhan.
Belajar terus memperkatakan, sekalipun seolah tidak ada jalan keluar. Tapi ketika hal yang benar itu terus diperkatakan sampai pikiranku, hatiku bahkan seluruh nya aku mempercayai itu, maka hal itu akan diberikan kepadaku
Markus 11:24 (TB) Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
Aku tau, kamu tidak jahat
Dan kupastikan aku juga bukan orang jahat
Kita masing² hanya sedang bertumbuh
Lalu kemudian masuk ke fase hidup yang baru,
Yang kita sendiri memang tidak paham sebelumnya
Jangankan menerjemahkannya agar kau mengerti.
Aku sendiripun tak paham.
Jadi, ga mengapa kalau hari ini gak ngerti
Tak perlu buru-buru memberi nama pada fase ini
Cukup nikmati saja proses tumbuhnya
Supaya kita tumbuh jadi yang semestinya
Tidak ada proses yang terlalu dipaksakan
Jadi manusia yang otentik, bukan karbitan
Maknai setiap waktu,
Supaya kelak tidak ada yang disesali.
Kalau saat ini terasa harus berjarak,
Tak mengapa, setidaknya tidak saling menyakiti.
Bertindak dengan kesadaran penuh
Kemudian meninggalkan fase ini kelak dengan hati penuh.
Tak perlu menyalahkan siapapun.
Karna memang semua orang harus bertumbuh.
Kau tak bodoh, kalau hari ini belum mengerti
Memang mungkin harus demikian adanya.
#1
Gaes, ga tau kalian pernah dengar tentang ini atau gak sebelumnya
Kami baru cerita-cerita sama mama dirumah tentang rusa, mama cerita bahwa kalau waktu terbaik untuk memburu rusa adalah pada saat dia minum. Tau ga kenapa?? Karna rusa itu bukan hewan yang sembarang minum. Dia bisa menahan haus sampai menemukan sumber air terbaik menurutnya. Jadi,pada saat rusa haus berat dan minum, rusa seolah-olah ga peduli sama apa yang terjadi di sekitarnya. Jadi rusa bisa ditembak lebih mudah
Padahal sebenarnya rusa termasuk hewan yang paling susah diburu, karna faktanya kemampuan pendengaran rusa jauh lebih baik dari pendengaran manusia. Telinga rusa juga bisa menangkap frekuensi-frekuensi suara yang ga mampu di dengar manusia. Dan juga fakta bahwa Penglihatan mereka tajam, karena posisi mata mereka memungkinkan mereka bisa melihat sampai 310°. Hewan inipun di anugerahi penciuman yang tajam, sehingga mereka bisa mencium makanan dari jarak yang cukup jauh, dan sekaligus sebagai alat komunikasi satu sama lain. Apalagi mereka bisa bergerak dan melompat dengan cepat untuk menghindari bahaya.
Lalu sejenak aku berfikir, mungkin itu sebabnya pe-mazmur mengumpamakan rusa yang haus dalam mazmur nya dan bukan hewan lain. Rusa Bukan hanya sekedar memuaskan dahaganya ketika rusa itu minum, tapi dia bisa melupakan apapun yang ada di sekitarnya, bahkan termasuk melupakan nyawanya sendiri dan fokus pada air di hadapannya.
Kebayang ga, kalau kita saking hausnya sama Tuhan, kita ga lagi memikirkan apapun yang ada di sekitar kita, melupakan keinginan, melupakan hasrat atau ambisi kita, melupakan ketakutan dan kecemasan kita pada hal-hal yang selama ini mungkin kita fikir bisa merusak apa yang sudah kita miliki saat ini Namun Hanya berfokus pada sumber air kehidupan itu sendiri.
Pengen ga sih gaess berada di posisi rusa yang haus itu??
*Lagi merenung aja 😁😁😁
Hai diriku...
Maaf kalau terlalu lama aku mengabaikan kebahagiaan kecil yang kau minta
Berhentilah sejenak melihat jingga matahari pagi, katamu suatu kali
Mari lihatlah berapa indahnya hijau rumput dibawah birunya langit,
Atau bentuk air sehabis hujan, yang penuh di ujung daun dan hampir jatuh ke tanah
Atau berimajinasi tentang bentuk awan yang selama ini bisa menarik ku sesaat dari hiruk pikuknya semesta ini,
"nanti..." Kataku tanpa menyadari kalau "nanti" itu ternyata tidak memiliki batas
Dan akhirnya kau terdiam, tak lagi meminta. Bukan karna tak lagi butuh. Tapi akhirnya terbiasa tanpanya.
Aku terus berlari tanpa ku tau apa yang ku kejar
Terburu-buru tanpa tau siapa yang mengejar.
Sampai ku sadari sudah terlalu banyak kesempatan untuk menikmati kebahagiaan kecil itu yang terlewat
Aku lelah kataku kemudian, kepalaku berpeluh, batinku sesak, ragaku seolah kehilangan kendalinya
Rasanya bahkan tak sanggup lagi aku mencari sandaran untuk sejenak rehat. Antara tak sanggup atau tak lagi tau tempatnya.
Aku kehilangan pegangan ku.
Yang tersisa hanya ingatan akan kebahagiaan kecil yang pernah kau minta.
Maaf...
Hakim-Hakim 7:21 (FAYH) Sementara itu mereka berdiri saja dan memperhatikan apa yang terjadi. Seluruh bala tentara musuh yang sangat besar itu menjadi kalut. Prajurit-prajurit Midian itu berteriak-teriak dan lari ke sana ke mari.
Ayat diatas menceritakan kejadian ketika pasukan Israel dengan kekuatan 300 orang dipimpin oleh Gideon, menyerang pasukan bangsa Midian. sementara pasukan Midian digambarkan seperti belalang saking banyaknya. Jika dilihat dengan logika, pastilah bangsa Israel akan kalah, tapi ketika Tuhan yang bertindak, hal yang diluar logika manusia bisa terjadi. bangsa Midian yang jumlah nya tidak sebanding dengan bangsa Israel itu tiba-tiba saling bunuh membunuh satu sama lain karna terkejut melihat obor bangsa Israel yang dinyalakan tiba-tiba. Selebihnya bangsa Israel tinggal melihat saja. Dan singkat cerita, bangsa Israel bisa mengalahkan orang Midian dan orang Amalek itu.
Kadangkala yang Tuhan mau dari kita itu adalah "diam" alias tidak melakukan apa-apa. Yapp...kadang kita sibuk berusaha melakukan ini dan itu, menganggap dengan melakukan banyak hal, kita membuktikan bahwa kita berbuat sesuatu untuk Tuhan.
Tapi seringkali kita menjadi abai pada apa yang sebenarnya yang Tuhan mau.
Kalau kita mau sedikit saja lebih dengar-dengaran sama yang Tuhan mau, Tuhan kadangkala hanya pengen kita duduk diam dan mendengarkan Dia.
Buat apa?
Terserah Tuhan
Karna Tuhan mau demikian
Terlalu dangkal pemikiran kita untuk bisa menjangkau pemikiran Tuhan. Bagaimana jika yang Tuhan mau adalah proses pembentukan hati dan karakter kita? Dan Bukan proses pembentukan otot atau ketrampilan kita.
Di tengah hiruk-pikuk sekalipun, kalau Tuhan mau kita "berdiam" saja, yoklahh...manut aja.
Ketika Tuhan bilang ; jangan takut, jangan kuatir, jangan gelisah hatimu,....
Tidak berarti bahwa Tuhan akan membenciku ketika aku merasakan emosi itu
Tapi berarti bahwa.. : " seharusnya kamu tak perlu merasakannya, karna Aku ada!, I Will help you through, and never leave you behind. What you face became mine too"
Jadi, ketika ada dalam kondisi itu, yang perlu aku lakukan adalah : datang sama Tuhan, akui apa yang aku rasakan, dan tanya Tuhan apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Jangan denial sama emosi itu, jangan menolaknya, tapi akui saja. Embrace it, karna itu akan membantu kita memilah2 emosi yang ada, dan bagaimana mengelolanya.
Part 2
Jika emosi itu anugrah dari Tuhan, maka dia tidak akan membawamu pada kehancuran. Jika itu yang terjadi, maka bisa dipastikan bukan emosi nya yang salah, tapi cara pengelolaan emosi tersebut. Yaa..cara pengelolaannya. Emosi itu harus dikelola dikembangkan, di multiplikasi. bukan di diemin aja, atau bahkan dikubur. Begitulah cara menghargai anugrah itu seharusnya.
-Ragu-
Maaf atas keraguanku
Maaf atas ketidak percayaan ku
Maaf masih saja gelisah, sekalipun udah melihat bukti
Satu bukti seolah tak cukup
Bahkan dua pun rasanya kurang
Selalu ku minta ketentraman hati, tapi tak kunjung tenang
Tolong jangan pergi
Tolong jangan menyerah
Mungkin sedikit lagi
Aku akan berjuang, meskipun rasanya masih sama
Meskipun tiap langkah rasanya berat
Tiap gerak rasanya salah
Tapi biar aku terus berpindah dengan harapan yang baru tiap hari
Kalau Tuhan minta kamu untuk beribadah, semata-mata untuk dirimu sendiri. Supaya kamu mengalami hal-hal baik di hidupmu. Supaya kamu ngalamin hal-hal luar biasa sepanjang hidupmu, sehingga kamu bersukacita. Dan luar biasanya lagi... Itulah bukti kasih sayangnya bagimu. Tuhan ga pengen kamu susah, Tuhan ga pengen kamu sedih dan menderita sedikitpun di sepanjang hidupmu. Tuhan tau dunia ini ga baik, tapi dari semuanya yang dunia ini bisa lakukan padamu, Tuhan buktikan bahwa kasih sayang nya jauh lebih besar lagi dari semua yang dunia bisa lakukan terhadapmu.