Rabu, 19 Juni 2024

Menjadi dewasa

 Sewaktu masih kecil dulu, melihat orang yang sudah dewasa itu bikin iri, rasanya hidup mereka sangat menyenangkan. Mereka memiliki kebebasan dalam banyak hal. Bebas melakukan banyak hal tanpa harus dimarah atau di atur, bebas memiliki barang-barang yang mereka ingin , memiliki pendapatan sendiri yang bebas mereka kelola sendiri. Dan lagi, rasanya orang dewasa itu seolah-olah memiliki kekuatan super dan pengetahuan yang super karna tau banyak hal. Jadi pandangan terhadap orang dewasa yang seperti itu rasanya menjadi impian banyak anak-anak kecil pada umumnya. 

Lalu belakangan ini, banyak banget para penyair atau penulis lagu yang menggambarkan betapa tidak mudahnya menjadi orang dewasa . Kata mereka; menjadi dewasa itu menyakitkan, melelahkan, menjadi dewasa itu menakutkan. Issue mental health menjadi topik yang di gaungkan dimana-mana sekarang ini. Seolah menggambarkan bahwa menjadi dewasa itu adalah satu momok menakutkan,  yang udah kita anggap salah selama ini. minimal, menjadi dewasa itu bukanlah se-menyenangkan apa yang anak-anak kecil bayangkan dulu. 

Padahal, hidup berjalan terus, anak-anak tidak bisa selamanya menjadi anak-anak entah suka atau tidak suka berada pada fase hidup berikutnya. Siap atau tidak siap kita tidak bisa menolak untuk menjadi dewasa. Lalu bagaimana??h

Kenyataanya adalah bahwa hidup tidak pernah menjadi mudah entah di fase manapun kita berada. Mau anak-anak,remaja, atau dewasa sekalipun mempunyai tantangannya sendiri, punya kesulitannya sendiri namun, punya keindahannya sendiri. Yang tidak indah, kalau kita tidak siap ada di fase itu. 

Karna bagaimanapun juga, rasanya sangat menyenangkan ketika menjadi dewasa, lalu menyadari bahwa kita memiliki kendali atas apapun yang ada di sekitar kita melalui pikiran dan tindakan sadar kita. Benar!! Bahwa kita tidak bisa mengendalikan dunia ini dan semua yang terjadi di dalamnya. Tapi kita bisa mengendalikan pikiran dan perasaan kita secara sadar dan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi di dunia ini. Sehingga kitalah yang mengendalikan situasi yang terjadi dan bukan sebaliknya, apa yang terjadi di sekitar kita yang mengendalikan kita. Itulah yang disebut respon kita atas apa yang terjadi. Dan itu hanya bisa dilakukan dan di alami oleh manusia yang memang sudah dewasa. 

Marilah bertumbuh dan berkembang, menikmati setiap fase dalam hidup. Secara sadar mengakui bahwa fase menyulitkan dan fase membingungkan itupun nyata adanya, tapi semuanya memang harus dilalui dan semuanya itu juga pasti akan berlalu. Jadi, bernafaslah... Sadarlahh...dan tetaplah waras....

Masih banyak hal yang belum kita ketahui. jadi, berjalanlah terus sampai kita sampai di satu titik dimana kita sudah melalui semuanya. Dewasa itu tetaplah menyenangkan. Yang tidak menyenangkan itu adalah "proses untuk menjadi dewasa".tapi, ingatlah ketika udah sampai di fase "proses untuk menjadi dewasa" maka itu artinya sedikit lagi kau akan sampai di titik pencapaianmu, Thropy sudah di depan matamu, jangan menyerah, jadilah dewasa yang sesungguhnya. Yang tau kapan harus menangis,kapan harus tersenyum, tertawa, berjalan, berhenti dan beristirahat.


Selasa, 18 Juni 2024

Matius 6:33

 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu

Ayat ini mungkin sudah sangat familiar bagi banyak orang. bahkan sering menjadi ayat hafalan dari masa-masa sekolah minggu. aku ingat kembali ayat ini menjadi ayat yang sangat menyentuh sekaligus mengubahkan aku dari tahun 2018. 

"semuanya" berarti segala sesuatu tanpa pengecualian akan Tuhan tambahkan kepada aku. artinya aku tidak akan kekurangan segala hal baik dalam hidup ini. dan bahwa semuanya sudah Tuhan sediakan. kemudian kalimat ini mengerucut pada satu kata kunci yaitu "BAHAGIA" Tuhan pengen aku dan mahluk ciptaan Tuhan lainnya bahagia, makanya Tuhan sudah siapin segala hal hal baik untuk dinikmati.

Tapi untuk bisa berbahagia dan menikmati segala hal baik yang udah disiapin Tuhan itu, ada hal yang haru di kerjakan terlebh dahulu, Yaitu mencari kerajaan Allah.

Kerajaan Allah bukan berbicara tentang fisik kerajaan atau bangunan . kalau kita berbicara tentang kerajaan berarti sudah termasuk dengan hukum-hukum, hirarki, batas-batas kerajaan dan masih banyak lagi.jadi, aku memahami bahwa Kerajaan Allah disini berarti segala hal yang berkenan pada Tuhan. Tuhan itu sendiri, dan batasan-batasan antara apa yang bisa dan yang tidak dilakukan. bukan karna supaya tidak dihukum atau supaya kita mendapat hadiah. tapi kita melakukannya, karena memang itulah kebenarannya.

kemudian dariayat ini aku memahami bahwa; mencari tau kehendak Tuhan itu bukan lah sesuatu yang hanya diakukan sekali saja. tetaoi justru harus dilakukan terus menerus dan beruang ulang. sampai kita benar benar memahami apakah sesuatu yang kita lakukan adalah benar benar menyenangkan Tuhan atauu malah menyenangkan diri kita sendiri. 

mencari tau maksud Tuhan tidaklah dapat dilakukan dengan berdiam diri. tetapi justru dari melakukan banyak hal lah kita bisa mengerti maksud Tuhan . bisa mengerti apa yang berkenan dan yang tidak berkenan. tapi juga bukan berarti mencoba segala hal seolah-olah sedang mencobai Tuhan. artinya, kita Punya Firman Tuhan yang bisa kita baca setiap hari, yang menbuat kita mempunyai batasan apa yang iya dan yang tidak. tapi diluar batasan yang sudah jelas antara ya dan tidak, seringkali kita harus berhadapan dengan kondisi harus mengambil keputusan antara ya dan tidak. nah.. dalam ha inilah kita harus mencari tau apaha keputusan kita sudah di dasari oleh motivasi yang benar, apakah sudah sesuai dengan Firman Tuhan, apakah ada damai sejahtra dalam keputusan yang kita ambil atau sebaliknya, dan masih banyak hal hal lain nya. 

lalu perenungan ini sendiri mengerucut pada satu kata yang lainnya yaitu "berkembang"  atau pengembangan diri. artinya, belajar untuk mencoba melakukan banyak hal positif untuk kemudian mengembangkan apa yang ada dalam diri kkita sendiri. mengembangkan setiap talenta dan potensi yang udah Tuhan buat dalam diri kita masing-masing. karena akhirnya aku menydari, banyak bangat hal yang ada di dalam diriku sebenarnya yangtidak pernah ku gali sebelumnya, karena alasan yang sebenarnya receh dan tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan. misalnya karena alasan malu, karena alasan takut unutk mencoba, alasan segan dan overthinking sama apa kata orang nantinya. 

setelah aku menyadari maksud Tuhan dari ayat ini aku semakin menyadari bahwa Tuhan ingin aku menjadi orang yang berbahagia dan mau terus berkembang. tidak membenci perubahan, tapi bisa menikmatinya. bagaimanapun juga, semua hal di dunia ini tidak ada yang konstan. semua akan berubah, jadi, tidak perlu membenci perubahan, tapi tidak juga menjadi orang yang akan ikut ikutan arus perubahan itu sendiri.