Sabtu, 26 April 2025

Be still

 Hakim-Hakim 7:21 (FAYH)  Sementara itu mereka berdiri saja dan memperhatikan apa yang terjadi. Seluruh bala tentara musuh yang sangat besar itu menjadi kalut. Prajurit-prajurit Midian itu berteriak-teriak dan lari ke sana ke mari.


Ayat diatas menceritakan kejadian ketika pasukan Israel dengan kekuatan 300 orang dipimpin oleh Gideon, menyerang pasukan bangsa Midian.  sementara pasukan Midian digambarkan seperti belalang saking banyaknya. Jika dilihat dengan logika, pastilah bangsa Israel akan kalah, tapi ketika Tuhan yang bertindak, hal yang diluar logika manusia bisa terjadi. bangsa Midian yang jumlah nya tidak sebanding dengan bangsa Israel itu tiba-tiba saling bunuh membunuh satu sama lain karna terkejut melihat obor bangsa Israel yang dinyalakan tiba-tiba. Selebihnya bangsa Israel tinggal melihat saja. Dan singkat cerita, bangsa Israel bisa mengalahkan orang Midian dan orang Amalek itu.

 

Kadangkala yang Tuhan mau dari kita itu adalah "diam" alias tidak melakukan apa-apa. Yapp...kadang kita sibuk berusaha melakukan ini dan itu, menganggap dengan melakukan banyak hal, kita membuktikan bahwa kita berbuat sesuatu untuk Tuhan. 

Tapi seringkali kita menjadi abai pada apa yang sebenarnya yang Tuhan mau. 

Kalau kita mau sedikit saja lebih dengar-dengaran sama yang Tuhan mau, Tuhan kadangkala hanya pengen kita duduk diam dan mendengarkan Dia.  

Buat apa? 

Terserah Tuhan

Karna Tuhan mau demikian

Terlalu dangkal pemikiran kita untuk bisa menjangkau pemikiran Tuhan. Bagaimana jika yang Tuhan mau adalah proses pembentukan hati dan karakter kita? Dan Bukan proses pembentukan otot atau ketrampilan kita.

Di tengah hiruk-pikuk sekalipun, kalau Tuhan mau kita "berdiam" saja, yoklahh...manut aja.

Jumat, 18 April 2025

Embrace|| Emosi part 1 dan 2

 Ketika Tuhan bilang ; jangan takut, jangan kuatir, jangan gelisah hatimu,....

Tidak berarti bahwa Tuhan akan membenciku ketika aku merasakan emosi itu


Tapi berarti bahwa.. : " seharusnya kamu tak perlu merasakannya, karna Aku ada!, I Will help you through, and never leave you behind. What you face became mine too" 


Jadi, ketika ada dalam kondisi itu, yang perlu aku lakukan adalah : datang sama Tuhan, akui apa yang aku rasakan, dan tanya Tuhan apa yang akan dilakukan selanjutnya. 


Jangan denial sama emosi itu, jangan menolaknya, tapi akui saja. Embrace it, karna itu akan membantu kita memilah2 emosi yang ada, dan bagaimana mengelolanya.


Part 2

Jika emosi itu anugrah dari Tuhan, maka dia tidak akan membawamu pada kehancuran. Jika itu yang terjadi, maka bisa dipastikan bukan emosi nya yang salah, tapi cara pengelolaan emosi tersebut. Yaa..cara pengelolaannya. Emosi itu harus dikelola dikembangkan, di multiplikasi. bukan di diemin aja, atau bahkan dikubur. Begitulah cara menghargai anugrah itu seharusnya.

Ragu (040423)

 -Ragu-

Maaf atas keraguanku

Maaf atas ketidak percayaan ku

Maaf masih saja gelisah, sekalipun udah melihat bukti

Satu bukti seolah tak cukup

Bahkan dua pun rasanya kurang

Selalu ku minta ketentraman hati, tapi tak kunjung tenang

Tolong jangan pergi

Tolong jangan menyerah 

Mungkin sedikit lagi

Aku akan berjuang, meskipun rasanya masih sama

Meskipun tiap langkah rasanya berat

Tiap gerak rasanya salah

Tapi biar aku terus berpindah dengan harapan yang baru tiap hari


Ibadah (040423)

 Kalau Tuhan minta kamu untuk beribadah, semata-mata untuk dirimu sendiri. Supaya kamu mengalami hal-hal baik di hidupmu. Supaya kamu ngalamin hal-hal luar biasa sepanjang hidupmu, sehingga kamu bersukacita. Dan luar biasanya lagi... Itulah bukti kasih sayangnya bagimu. Tuhan ga pengen kamu susah, Tuhan ga pengen kamu sedih dan menderita sedikitpun di sepanjang hidupmu. Tuhan tau dunia ini ga baik, tapi dari semuanya yang dunia ini bisa lakukan padamu, Tuhan buktikan bahwa kasih sayang nya jauh lebih besar lagi dari semua yang dunia bisa lakukan terhadapmu.