Mencintai dengan caraku sendiri... mungkin secara sekilas kedengaran egois sekali. tetapi saya memahaminya lalu menjelaskannya begini : saya mau mencintai Tuhan dengan cara saya sendiri, saya tidak akan terpengaruh tentang apa kata orang lain. orang lain mungkin mempunyai cara yang berbeda untuk mencintai, memuliakan Tuhan nya, itu hak mereka dan itu urusan mereka. dan memang orang lain tidak punya hak untuk menjudge seseorang tentang bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Mungkin akan salah ketika kita berfikir bahwa i want to love by my way tetapi cara nya itu tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. tetapi selama cara kita berlandaskan Alkitab itu akan menjadi benar-benar hanya hubungan kita dengan Tuhan saja. dan saya fikir itulah hal luar biasanya, dan menjadi goal nya saya.
lalu.. pertanyaan nya : apakah saya tidak membutuhkan orang lain lagi dalam hubungan saya dengan Tuhan?? jawabannya : Butuh!!! ibaratnya ketika saya membaca atau mempelajari sebuah buku, saya akan membutuhkan buku lain sebagai referensi atau pendukung buku yang saya pelajari saat ini. tujuannya bukan untuk mengubah atau mengutak atik pandangan saya tentang buku utama yang saya baca atau pelajari tetapi justru untuk meneguhkan saya tentang pemahaman akan buku utama tadi.
pentingkah buku pendukung tadi?? tentu saja penting, tapi tidak akan pernah buku pendukung itu lebih penting dari buku utama yang saya baca.
jika buku pendukung nya lebih penting, saya harusnya waspada, karna fokus saya artinya sudah berubah sekarang dari buku utama ke buku pendukung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar