Kamis, 02 Februari 2017

Yehuda

Ada yang menarik perhatian ku pada Pembacaan tentang kisah yusuf dan saudara2 nya, pada kitab kejadian 43 dan 44. Jadi singkat ceritanya gini;
Ketika stok makanan keluarga yakub hampir habis, yakub nyuruh saudara2 yusuf datang ke Mesir untuk membeli bahan makanan untuk yang ke dua kalinya, tetapi mereka nolak pergi kalau mereka ga bawa benyamin adik mereka paling bungsu untuk ikut ke Mesir, karna di perjalanan mereka yg pertama ke mesir mereka sudah terlanjur ngomong ke yusuf kalo mereka masih punya saudara yg lain.
Nahh..yakub ga kasih kalau benyamin dibawa pergi, karna dia takut sesuatu yg buruk akan terjadi ke benyamin seperti yang dialamin yusuf saudara seibu nya ben.
Lalu di kejadian berikut nya, Yehuda ngomong ke bapak nya (yakub)... Pak, izinkanlah ben ikut pergi bareng kami, atau gak kita semua bakal mati kelaparan, biarlah aku sebagai jaminannya seumur hidupku (kej43:8-9) katanya gitu.
Nahh, lalu satu pertanyaan timbul dalam benak ku, kenapa yehuda yg harus bertanggung jawab?? Atau lebih tepatnya kenapa dia mau mengambil resiko sebesar itu?? Padahal masih ada abang2 nya yang lain, masih ada Ruben yang lebih tua, atau simeon, atau lewi bukankah tanggung jawab keluarga harusnya menjadi tanggung jawab anak tertua?? Tapi Yehuda tidak melakukan itu.
Sejujurnya aku pernah mengalami hal seperti ini, merasa seolah olah tanggung jawab itu dibebankan kepadaku oleh orang yang lebih tua dari aku, dan saat itu yang ku lakukan adalah berontak. Karna aku pikir bukan begitu yang seharusnya. Tapi pembacaan ini "menegur" aku.
Bahkan ketika sampai di Mesir, ketika yusuf akan menahan benyamin, Yehuda maju dan pasang badan untuk adiknya untuk menepati janjinya ke bapaknya. Bahkan dia " bilang biar aku aja yang di tahan, biarkan benyamin pulang bersama saudara2 nya yang lain..." luar biasa bukan???
Mari belajar menjadi orang yang bertanggung jawab, bukan harus karna kita lebih tua atau lebih muda. Tua atau muda itu hanya sebatas umur, tapi dewasa itu tidak diukur dengan itu semua...
Atau contoh satu hal lagi yang sering kita alami, yaitu "memaafkan" sering kali ketika kita diperhadapkan dengan hal seperti ini, kita akan bilang... "kenapa harus aku yang minta maaf",  "harusnya dia yang minta maaf ke aku" atau "aku ga bakal maafin dia sebelum dia yang datang ke aku" karna dia yang salah dan bla bla bla....
Tetapi sekarang, jadilah seperti yehuda, yang datang lebih dulu, tanpa embel2 apa lah itu namanya. Hanya karna satu hal.. Kita sudah tau kebenaran nya hari ini.
Be mature..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar