Kamis, 23 Maret 2017

"Doakan saja dulu..."

Aku punya kakak pembimbing, dulu awal dibimbing, sering kali kalau sharing sesuatu, kakak itu bilang, "doakan aja dek".  Awalnya aku merasa bahwa, percuma panjang lebar cerita, kalo mau disuruh doa aja. Kalo soal aja mah, aku bisa lakuin sendiri. Tapi walaupun gitu, tetap aja aku doakan karna ga jarang di pertemuan berikutnya, beliau menanyakan hasil nya, atau minimal nanya "udah di doakan belum?"
Malam kemaren, ketika seorang teman komsel sharing tentang apa yang dia alami di tempat kerja dan di rumah, tanpa sengaja hal yang sama yang aku katakan ke dia "doakan" bukan karna inget apa yang kakak pembimbing ku bilang ke aku, tapi itulah yang aku rasakan saat itu. Kita tidak akan mampu merubahkan pribadi orang lain. Hanya Tuhan yang bisa! Alasan yang ke dua, kadang kita berbuat baikpun belum tentu orang lain menganggap itu baik. Dan kalau kita hanya mengejar target "baik" nya mereka, yang ada kita pasti capek dam kecewa. Alasan yang ketiga adalah oke, kita akan memperbaiki diri kita, sekali lagi bukan untuk memenuhi target nya mereka, tapi untuk memperbaiki kualitas diri kita. Sekalipun kita merasa tidak mampu, tapi Tuhan kita yang akan mengerjakan melalui kita PASTI mampu.
Yang paling utama atau inti dari semuanya adalah HUBUNGAN KITA DENGAN TUHAN. tertanam kuat dulu dalam Dia,dan bukti dari itu semua adalah apa yang akan kita kerjakan bukan justru sebaliknya, bukan dengan kita harus mengerjakan ini dan itu untuk membuktikan kita bertumbuh dalam Tuhan. No way!!

Sepanjang malam aku renungkan, betapa bersyukurnya aku. Pengen rasanya aku sampaikan ke beliau sekedar kata terimakasih untuk hal2 yang selama ini tidak kumengerti.

Sejujurnya kami tidak selalu sepaham dengan banyak hal. Tetapi "doakan dulu" itu lambat laun meneguhkan hubungan ku dengan Tuhan. Aku dan kakak pembimbingku mungkin pernah saling mengecewakan tapi tidak akan pernah merusak hubungan kami masing2 dengan Tuhan. Dan justru saat2 banyak hal tidak bisa dibicarakan ke kakak pembimbingku saat itulah perlu dan sangat perlu cintanya,sayangnya, perhatiannya,dekapan nya yang dari pada Tuhan itu butuh dan butuhnya pake banget hehheh. Karna saat2 seperti ini, menangis ke Tuhan itu saat2 paling melegakan dan memuaskan perasaan. Dan aku pikir itulah arti dari "doakan saja" nya kakak pembimbingku. Bukan untuk melihat beliau yang pernah mengecewakan, atau melihat dia bisa atau tidak memberikan solusi atas apa yang aku alami, tapi memandang Tuhan sebagai pusat apa yang kami lakukan selama ini. Luar biasa Tuhan memakai hidupnya dan aku tidak sabar lagi untuk dipakai oleh Nya, untuk melakukan perkara2 besar lain nya. Dan sekali lagi, untuk hal ini aku perlu katakan ke diriku sendiri..... "doakan saja dulu"


Bergerak, Maju dan Berdampak
TUHAN Yesus memberkati...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar