Beberapa hari yang lalu aku menyadari masih banyak jadwal pembacaan Alkitab ku yang masih ketinggalan. Dari target pembacaan berurut dari kitab kejadian - wahyu selesai setahun, masih tersisa banyak. Bahkan pembacaan ku yang sempat ke skip di awal tahun masih tersisa di Raja-raja dan Tawarikh yang belom selesai. walaupun udah sering ku cicil sedikit demi sedikit. ditambah lagi jadwal baca yang sedang berjalan belakangan ini juga banyak yang keteteran. Masih tetap baca Firman setiap hari, tapi tidak lagi memenuhi 3/4 pasal setiap hari seperti yang sudah aku komitment kan diawal tahun.
Setelah menyadari banyaknya pembacaan yang masih ketinggalan, sementara tahun ini akan berakhir dalam hitungan belasan hari saja, lalu aku mulai berdoa sama Tuhan; "Tuhan tolong bantu aku menyelesaikan jadwal pembacaan yang udah aku komitment kan di awal, bukan hanya memenuhi jadwal, tapi juga bantu aku bertanggung jawab sama apa yang udah aku mulai dan aku komitment kan , karna aku rindu mengalami pertumbuhan terus di dalam Tuhan. Dalam Nama Tuhan Yesus Amin "
Dan aku mulai membaca lagi yang menyelesaikan apa yang tertinggal. Jadi dalam sehari kadang bisa baca sampai 10 pasal bahkan lebih karna memang banyak juga waktu luang yang aku punya belakangan ini. Dan luar biasanya, 10 pasal itu rasanya mengalir saja, tanpa beban apapun, dan aku sangat menikmati waktu-waktu pembacaan itu, Sampai akhirnya 3 hari lalu aku menyelesaikan seluruh pembacaan yang tertinggal, dan melanjutkan pembacaan setiap hari.
Lalu aku mulai menyadari bahwa Tuhan membantu aku untuk mengenal Dia lebih lagi. Tuhan membantu aku untuk mengasihi Dia, mencintai Dia melalui pembacaan ini. Ada yang lucu dan sedikit menggelitik bagiku dari pengalaman ini.
Kalau hubungan antara manusia kan seringkali kita mendengar perkataan yang seperti ini... "Harusnya kamu ngerti aku dong...". Atau "kalau aku udah melakukan atau mengatakan ini dan itu, harusnya kamu paham dong arahnya kemana, kamu sayang aku ga sih"?. Dan pernyataan-pernyataan lain serupa itu yang menuntut HARUS mengerti cara mencintai alih-alih diberi tau bagaimana caranya untuk mencintai. ( Jadi jika masih memiliki pola pikir seperti ini, atau sering ngucapin hal-hal serupa, maka berhentilah! Karena karakter Kristus tidaklah seperti itu)
Tapi cara Tuhan berbeda, ketika kita punya keinginan atau kerinduan untuk mencintai Dia, alih-alih Tuhan menuntut kita harus mengerti caranya untuk mencintai Nya, tapi Tuhan mengajarkan kita, menuntun kita bahkan Tuhan itu ga pernah nyerah atau berhenti membawa kita untuk semakin mengasihi Dia. padahal, sebenarnya kita lah yang di untungkan jika kita mengasihi Tuhan dengan benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar