Ezra 10:4 (TB) Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!"
Setelah orang Israel mengalami pembuangan ke Babel, Tuhan menggerakkan hati raja Persia, raja koresh untuk mengizinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem, diam dan kembali beribadah disana.
Yerusalem bukan hanya bagian dari tanah leluhur yang diberikan bagi bangsa Israel sebagai harta benda. tapi juga tanah yang diberkati Tuhan, yang dijanjikan bahwa nama Tuhan Allah Israel itu akan berdiam disana. Dialah Allah yang memberikan kemenangan terus menerus bagi bangsa itu.
Jadi ketika bangsa Israel diizinkan kembali kesana, itu berarti bahwa status mereka sebagai bangsa buangan sekarang berganti menjadi sebuah bangsa yang merdeka, mereka punya kesempatan untuk beribadah kepada Allah mereka. sebentar lagi mereka akan kembali mengalami kemenangan demi kemenangan, memiliki kesempatan menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa bangsa lain, seperti sebelumnya. Inilah yang membuat perihal kepulangan ini menjadi sangat istimewa.
Ketika mereka sudah berkumpul di Yerusalem, mereka mulai melakukan pembaharuan, pemulihan bangunan fisik maupun bangunan rohani. Kebaktian2 mulai dilakukan kembali. Pernah mengalami perlawanan tapi Tuhan menyertai bangsa itu. Menggenapi apa yang telah dinubuatkan nabi Yeremia sebelumnya.
Namun ditengah tengah pengalaman pertolongan Tuhan yang tak pernah habis itu, Imam Ezra mengetahui bahwa bangsa Israel itu melakukan sebuah kesalahan lain yaitu, perkawinan campur dengan orang- orang sekitar yang tidak mengenal Allah Israel, mereka adalah orang2 yang beribadah kepada allah lain.
Sebagi seorang ahli kitab, imam Ezra tau betul bahwa hal itu menyalahi perintah Tuhan, dengan perkawinan campur ini menunjukkan ketidak setiaan bangsa ini pada Tuhan Allah nya.
Tapi Tuhan itu sangat baik. Pasti masih ada kesempatan bagi bangsa Israel untuk berbalik pada Tuhan, iya..satu- satunya cara adalah, mereka harus bertobat. Mereka harus meninggalkan kesalahan yang mereka perbuat sebelumnya. mereka harus mengusir para istri2 mereka, dan juga anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan ini.
Saat itu Ezra sangat sedih, dan berkabung saat mengetahui situasi yang dilakukan orang2 sebangsanya. Ezra datang kepada Tuhan, Mengaku dosa atas kesalahan bangsanya, dia berpuasa. Dimasa imam Ezra berkabung seperti itu, datang pula orang2 yang melakukan kesalahan itu, mereka mengakui kesalahan mereka. Bergabung dan berdoa bersama sama imam Ezra. Seorang diantaranya bernama sekhanya bin yehiel bahkan berkata kepadanya : Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!"
Dari ayat diatas, ada beberapa hal yang saya pahami dan mengingatkan saya secara pribadi , yaitu ;
Pertama.
Ketundukan diri pada pemimpin.
Sekhanya memang bersalah dan diapun akhirnya menyadarinya. Namun walaupun demikian pasti tidak mudah bagi seorang sekhanya untuk "mengusir" anak dan istrinya begitu saja. Walaupun itu sebagai konsekuensi yang harus diterima akibat kesalahan yang dilakukannya selama ini.
Sikap ketundukan sekhanya pada pemimpin, membawa dia datang kepada Ezra. dia tidak hanya menyadari kesalahannya. Tetapi mendukung keputusan pemimpin walaupun itu bukan hal yang menyenangkan baginya bahkan bisa dibilang bahkan menyakitkan baginya.
Alih- alih berbantah dengan keputusan pemimpin untuk menyelamatkan kepentingannya, dia justru datang kepada Ezra, menyatakan "kami akan mendampingi engkau"
Kedua.
Pentingnya Orang- orang yang mendukung
Bagi Imam Ezra, tentu saja ini juga bukan hal yang mudah. Karna walau bagaimanapun juga orang Israel adalah orang sebangsanya yang dia sayangi. Tapi cinta dan kepatuhan pada perintah Allah haruslah yang terutama. Raja mempercayakan bangsa Israel ada dalam pimpinannya. Dan imam Ezra harus bertindak.
"Tuhan sudah begitu baik!!, memberi kesempatan kepada kami balik dari pembuangan ke negri kami, walaupun nenek moyang kami sudah melakukan banyak kesalahan dahulunya.
Tapi sekarang kenapa bangsaku masih saja melakukan hal yang tidak sedikitpun menunjukkan bahwa mereka bersyukur?? Justru malah tindakan yang mendukakan Tuhan??" Mungkin begitulah dalam hati Ezra saat itu.
Ezra, berada dalam posisi sulit. Ini adalah keputusan besar. Karna walau bagaimanpun juga, keputusan ini menyangkut suatu bangsa yang sangat besar. Bangsa yang diurapi Tuhan, tapi sekaligus juga bangsa yang tegar tengkuk. Pasti ada pro dan kontra, tapi juga keputusan ini harus diambil.
Namun ketika sekhanya mewakili orang2 yang setuju dan mendukung keputusan Ezra berkata: Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!" .Bukankah Ini menjadi seperti sebuah oase dalam kegersangan perasaan Ezra saat itu?
Apakah masalah selesai?? Belum, bagaimana dengan orang yang tidak setuju, belum lagi pelaksanaan dari keputusan yang diambil. Tapi, ketika Ezra memiliki orang2 yang mendukung, hal ini akan memudahkan dia.
**
Saya terus belajar bagaimana seharus nya bertindak dan bersikap pada pemimpin. Seringkali saya masih gagal dan saya harus berusaha mengejar ketertinggalan saya. Mengalahkan ego sendiri bagi saya bukanlah hal mudah. Tapi bukan juga sesuatu hal yang tidak mungkin bisa kulakukan. Saya terus diingatkan, bersikap yang seharusnyas pada pemimpin bukan hanya akan menyenangkan pemimpin, tapi lebih dari itu, menguntungkan saya secara pribadi. Melatih diri lebih dewasa, lebih mudah diarahkan, Dan juga tentu saja mempersiapkan saya kelak untuk menjadi seorang pemimpin yang siap.
Saya juga menyadari betapa pentingnya orang2 yang mendukung kita dalam kondisi sulit di hidup kita. Orang yang mendukung bukan berarti orang yang selalu setuju dengan keputusan kita. Orang yang mendukung disini menurut saya adalah orang yang se-visi dengan kita. Memahami tujuan! Membuat kita terus berupaya mencari cara untuk mencapai tujuan tersebut. Walaupun kadang kala juga harus mengalami hal2 yang mungkin tidak menyenangkan.
Ada kalanya kita terjebak pada keputusan yang salah namun kita tidak menyadarinya. Disinilah peran dari orang yang se-visi ini sangat dibutuhkan. Mengingatkan, memberi pandangan, memberi masukan, bahkan juga menentang keputusan kita. Dia tidak hanya menerima begitu saja apa yang kita sampaikan (Amsal 27:17) bertukar pendapat dengan orang se- visi ini, akan membawa kita pada tujuan yang "seharusnya".
Selama kita ada di dunia ini, pasti kita pernah atau akan pernah dihadapkan pada kondisi sulit, atau bisa jadi saat ini kita sedang menghadapi pergumulan seperti itu?? memiliki pergumulan tentang tanggung jawab, tugas, kepercayaan?? Ceritakanlah pada orang2 yang bisa mendukungmu. Atau mungkin bisa jadi itu adalah aku.
Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar