Beberapa yang lalu saya baru dapat kabar kalau grandpa sekarat, memang sudah tau kalau jantung nya beberapa tahun ini sudah ditopang alat, tapi entah kenapa rasanya sedih sekali membayangkan kondisi granpa. Rasanya nyesek sekali membayangkan dia sekarat.
Tiba2 aku teringat pertemuan kami beberapa tahun lalu. Ketika kami berkunjung ke kediaman mereka. Penyambutannya, kehangatannya, cerita2 nya, perhatiannya semuanya itu seolah hubungan antara cucu dan nenek kakek kandung yang sudah lama tidak pernah ketemu. Padahal kenyataannya kami hanya cucu karena dulu alm.bapak dan grup nya di undang nyanyi di acara ulangtahun pernikahan mereka. Lalu grup yang terdiri dari 5 atau 6 orang itu dianggap anak oleh beliau, dan menurun kepada kami anak2 mereka.
Dan anehnya, walaupun sebenarnya secara fisik kami jarang bertemu tapi ada ikatan emosi yang ditularkan mereka dari pertemuan singkat itu. Aku sendiri bahkan terakhir kali ketemu mereka ketika aku berumur 4 atau 5 tahun. Bahkan kalau bukan melihat foto2 aku hampir tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada malam pertemuan itu.
Pagi ini dapat kabar lagi tentang upacara pemakaman yang akan dilaksanakan pagi ini. Karna beberapa hari grandpa sekarat, akhirnya meninggal dunia. Tapi perasaannya sudah berubah, tak lagi sakit atau sedih perasan lega karna akhirnya aku tau dia kembali ke rumah Bapa disorga. Aku kembali diingatkan kesan2 yang ditinggalkan grandpa selama hidupnya. Bagaimana kebaikan dan ketulusan hati nya yang terus akan ku ingat dan memberiku pelajaran berharga hari ini. Semua yang hidup akan kembali ke Pencipta nya, Namun tidak semua orang bisa meninggalkan kesan mendalam bgi yang di tinggalkannya. Dan grandpa adalah salah satu orang yang berhasil meninggalkan kesan baik itu
Lalu pertanyaan berikutnya muncul, bagaimana dengan aku sendiri, kesan apa yang kira2 sudah ku tinggalkan bagi orang2 disekitarku, seandainya hari ini atau besok waktunya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar