Jadi, temanku sekerjaku cerita, katanya dia stress karna ga ada jualan bulan ini. aku pikir karna sebagai sales, yang penghasilan bulanan nya berasal dari tingkat penjualan tentu saja mempengaruhi kami, dan termasuk aku juga. Tapi, lalu dia bilang.."enak kalau usaha sendiri, ga perlu mikirin tekanan. nahh..ini kerja sama orang lain , kalau ga ada jualan ditekan sama atasan. bikin stress!!"
Jadi aku bilang, sebenarnya usaha sendiri atau kerja pada orang lain tetap aja punya tekanan nya sendiri cuma, dari sumber yang berbeda. bukankah ketika kita punya usaha sendiri, kita pun akan memikirkan hal yang sama seperti yang dipikirkan atasan kita saat ini??. berfikir bagaimana untuk memutar modal, mikir bagaimana caranya menjual, bagaimana agar usaha berkembang pesat dan sebagainya. cuman bedanya, tekanan itu datang dari diri kita sendiri untuk diri kita sendiri juga.
Lalu kemudian aku berfikir, bukankah ada yang salah kalau kita hanya kepikiran hasil kerja kita karna ada tuntutan dari orang lain?? Apalagi kalau kita melakukannya hanya karna ego, misalnya biar "dianggap hebat/mampu" bukankah seharusnya kita sendiri harus bisa merasa puas atau tidak puas dengan apa yang udah atau belum kita lakukan?? tapi perlu diingat bahwa,.. puas disini bukan berarti berenti sampai di satu titik karna sudah merasa cukup. puas disini artinya menghargai sendiri apa yang sudah kita capai sekalipun mungkin orang lain ga tau usaha keras yang udah kita lakuin.
Menurut aku, rasanya penting punya kepuasan bagi diri sendiri sebelum memuaskan orang lain. karna bagaimana pun juga, tuntutan itu akan selalu ada dan bahkan tuntutan seperti target mungkin akan terus ditingkatkan. jadi ibaratnya penting untuk menghargai usaha apa yang terus kita lakukan untuk mencapai target tertentu bukan hanya sekedar memenuhi angka-angka yang diminta atau sekedar memuaskan ego supaya kita dianggap hebat dan jago atau sekedar mendapat predikat atau penghargaan semata. meskipun image itu juga penting.
Suatu kali aku pernah kerja di suatu perusahaan, awalnya karyawan lapangan, lalu atas rekomendasi salah satu atasan, aku dipindahkan bekerja di kantor yang sangat nyaman. sampai pada suatu kali, salah satu karyawan dengan terbukti menjelek jelekkan aku ke atasan. lalu apakah aku harus jadi malas-malasan karna tidak lagi mendapat "penghargaan"dari atasan?? tidak!! aku tau diriku tidak seperti yang di tuduhkan. aku tetap berupaya melakukan yang lebih baik terus menerus, walau pada akhirnya aku harus resign dari perusahaan itu, minimal, aku keluar karena hal baik, bukan karna sesuatu seperti yang di tuduhkan rekan kerjaku.
ketika kita hanya terus ber-fokus untuk mengejar tuntutan bos maka hal itu bisa memicu kita untuk melakukan berbagai macam cara untuk memenuhi itu, dari yang wajar sampai ke hal yang tidak masuk akal. Hal inilah yang mungkin menyebabkan beberapa orang rela melakukan kecurangan2, memanipulasi data dll, demi memenuhi target tadi. bahkan mungkin lebih parahnya mengorbankan prinsip yang dipegang selama ini demi "kepuasan orang lain".Aku pikir hal inilah yang membuat energi kita sangat terkuras baik fisik ataupun pikiran sehingga memicu stress.
Nah, lalu coba kita lihat dari sisi yang lain. Tuntutan itu akan terus kita terima, bukan menganggapnya tidak penting atau sekedar angin lalu saja. tapi yang bisa kita putuskan adalah apakah kita memutuskan kalau tuntutan itu akan menjadi sesuatu yang membebani kita dan bikin stress atau justru "tuntutan" itu sebagai sarana untuk melatih diri kita, mengasah kemampuan kita dan akhirnya memperbesar kapasitas kita. semakin besar kapasitas kita, maka semakin besarlah kemungkinan kita untuk mendapatkan hasil yang lebih besar lagi.
Bahkan ketika mungkin suatu saat kita tidak mampu memenuhi target seperti yang diinginkan, minimal kita tau bahwa kita dimarah atau di maki sekalipun karna kita melakukan segala yang terbaik dari diri kita. bukan karena ke engganan kita untuk berusaha lebih baik. aku pikir kita juga pasti udah merasa puas.
Nah tapi disini kita juga harus belajar jujur pada diri kita sendiri. jangan kita bilang, "aku sudah melakukan yang terbaik" tapi ga pernah disiplin kerja. atau kita bilang "aku sudah berusaha" tapi tidak pernah ada peningkatan cara kerja dari bulan ke bulan bahkan tahun ke tahun. Aku percaya selama masih ada hal yang bisa kita rubah atau perbaiki, maka akan selalu ada harapan untuk hasil yang lebih baik. maka perlu terus diingatkan pada diri sendiri bahwa akan ada pencapaian di setiap usaha yang kita kerjakan sekecil apapun itu.
Jadi dari tuntutan kita belajar terus mengembangkan diri dan berinovasi. target tercapai atau melebihi target hanya sebagai bonus yang akan mengikuti usaha yang terus kita kerjakan. tapi yang pasti ada yang terus berubah dalam diri kita. menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar