Belum lagi minggu kemaren di komsel salah seorang teman bercerita bagaimana dia berkembang secara kerohanian melalui banyak kesulitan yang dialaminya di kampung. semakin diteguhkan kalau Tuhan itu bisa pakai kita dimana saja dengan cara yang mungkin tidak terduga . dan aku mulai menerima keberadaanku sekarang.
Lalu,beberapa hari kemudian, teringat akan surat lamaran pekerjaan yang pernah aku titipkan ke salah seorang rekan kerjaku dulu, beberapa bulan yang lalu. bulan ini adalah bulan yang dia ceritakan kalau perusahaan yang sedang aku masukkan lamaran akan mulai beroperasi. jadi mengingat itu, memasuki bulan september seperti yang dia janjikan aku menghubungi dia untuk menanyakan perihal lamaranku, dan kemungkinan aku akan di terima atau tidak.
**
Lalu pertanyaan nya, apakah aku kembali tidak menerima keberadaan ku sekarang, dan kemudian mengejar kesempatan untuk merantau kembali melalui surat lamaran pekerjaan ini? apakah aku berubah pikiran? apakah pikiranku sedang terombang ambing saat ini? jawabannya adalah TIDAK! . namun aku perlu mencari tau apa yang Tuhan mau setiap hari bahkan setiap saat.
Tuhan bisa saja menyuruh aku tetap tinggal untuk hari ini, lalu esok harinya Tuhan menyuruhku untuk pergi.
Bagaimana caranya aku tau kalau Tuhan memang berkehendak aku tetap tinggal atau pergi merantau kalau aku tidak mencari tahu nya? jawabannya bukan dengan berpasrah diri, lalu kemudian berupaya meyakinkan diri sendiri kalau inilah yang Tuhan mau. NO!!.
Akhirnya inilah yang harus aku kerjakan menurutku. mengupayakan apa yang bisa ku upayakan pada saat kesempatan itu datang. sebisa mungkin aku akan berusaha mencari tau apakah lamaranku diterima. atau jika memungkinkan, aku akan berusaha agar lamaranku diterima, dan sisanya biar Tuhan yang menyelesaikannya,
Jika itu memang bagianku, maka hal itu akan terjadi, tapi jika tidak bagianku, maka lamaranku tidak akan berhasil meski segala upaya yang bisa kulakukan telah kulakukan. tidak apa apa bahkan jika tidak berjalan seperti apa yang aku bayangkan, tapi setidaknya aku tau, aku sudah mengupayakannya sebaik mungkin. dan tidak ada yang akan aku katakan kelak. seandainya... ini dan itu.
Inilah pelajaran yang kudapat dua hari belakangan ini. dan inilah yang aku pahami sampai hari ini. mungkin saja pemahamanku salah tentang bagaimana meresponi kehendak Tuhan, mungkin saja ... tapi tak apa, aku tau aku sedang bertumbuh dan berproses, jadi, kalau kesalahanku kali ini pun merupakan salah satu jalan ku berproses, maka tentu saja aku akan bersykur memiliki kesalahan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar