Minggu, 30 Maret 2025

Keputusan (181024)

 Yohanes 3:14-15 (TB)  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.


Ketika orang Israel bersungut-sungut kepada Tuhan melalui musa untuk kesekian kalinya, kali ini mereka bersungut-sungut karna tidak bisa makan roti seperti di Mesir. hanya memakan Manna, makanan hambar dan juga air yang terbatas. Tuhan menyuruh ular-ular tedung memagut mereka, sehingga banyak orang Israel yang meninggal. Kemudian orang Israel itu sadar lalu meminta Musa agar berdoa kepada Tuhan supaya ular-ular itu pergi dari mereka. 


Atas perintah Tuhan, Musa membuat ular tedung tembaga, lalu menaruhnya di atas sebuah tiang, lalu setiap orang Israel yang dipagut ular tedung itu, ketika melihat ular tedung tembaga itu maka ia tetap hidup.


Ketika saya merenungkan cerita perjalanan Israel diatas, saya diingatkan bagian ini ; 

Ketika bangsa Israel dipagut ular yang mematikan itu, apakah sebenarnya Tuhan tidak mampu untuk memulihkan mereka saja tanpa harus melihat ular tedung tembaga yang di taruh di tiang? Jawabannya mampu. Tetapi Tuhan membutuhkan keputusan dan kemudian tindakan iman orang-orang Israel itu untuk melihat ular tembaga itu. Kalau mereka percaya pada apa yang dikatakan Tuhan melalui Musa, tentu saja mereka akan melakukan apa yang Musa suruh kan, yaitu melihat ular tedung tembaga di tiang. Bukan perkara ular tembaga atau bentuk apapun itu, tetapi karna itulah perintah Tuhan. Kalau dipikir-pikir, bisa saja ular tembaga itu diletak ditanah atau di letakin aja di depan mata mereka langsung, tapi Tuhan juga ingin lihat usaha dan tindakan sebagai bukti iman bangsa itu. 


Demikian juga kita, kadangkala kita hanya berdoa berharap sesuatu terjadi seperti apa yang kita harapkan tanpa melakukan sesuatu. Apakah Tuhan mampu menyediakan misalnya bangunan rumah di depan mata kita? Tentu saja bisa!!! Karna Dia Tuhan. Langit dan bumi saja terbentuk hanya lewat ucapanNya saja apalagi hanya bangunan fisik rumah seperti itu saja. Tapi seringkali kita lupa bahwa kita perlu percaya lalu kemudian bertindak untuk melihat jawaban doa itu benar-benar terjadi. 


Kita tidak akan mengalami perubahan terjadi dalam hidup kita, jika tindakan yang kita lakukan masih hal-hal yang sama saja setiap hari. Kita bilang mau mengalami pertumbuhan rohani misalnya, tapi kita tidak mau mengambil tindakan seperti komitmen baca firman Tuhan setiap hari. Kita perlu mengingat setiap keputusan atas tindakan yang kita lakukan pasti membutuhkan "harga" atau tantangannya sendiri. 


Memang tantangan itu akan selalu ada, tapi itulah yang harus kita terobos. Bagaimana kita mengatur waktu kita supaya kita bisa punya waktu khusus untuk membaca Firman Nya. Mungkin kesenangan kita selama ini harus dikorbankan supaya kualitas membaca Firman Tuhan lebih baik atau rutinitas kita akan sedikit berubah karna ada kegiatan yang harus ditambahkan dari yang udah ter-set selama ini. Dan masih banyak hal lain yang mungkin secara perlahan - lahan akhirnya harus di sesuaikan. Dan pasti ada rasa tidak nyaman awalnya, tidak ada patokan waktu yang pasti juga sampai kapan kita bisa nyaman dengan perubahan itu. Tapi yang pasti segala sesuatu yang kita lakukan dengan komitmen dan konsisten membantu kita untuk lebih mudah mencapai goal yang kita inginkan. 


Selanjutnya, dari sisi Musa juga saya belajar, seringkali dari sisi orang yang melayani atau yang memimpin, banyak hal yang sebenarnya kita harapkan dari orang yang kita layani yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Bukan karna sulitnya sesuatu hal itu untuk dilakukan, tapi karna terlalu banyak alasan untuk memulainya. 


Misalnya saja, seseorang yang mungkin selalu punya alasan ketika diajak ibadah atau mulai melakukan sesuatu yang benar. Orang yang Selalu datang mengeluh tapi ketika dikasih saran, tidak mau melakukan dengan berbagai alasan. Tapi kemudian saya sadar, setiap kita diberi kesempatan untuk mengambil keputusan atas hidup kita. seperti orang-orang Israel yang akhirnya tidak meninggal meskipun dipagut ular tedung, ketika mereka memutuskan untuk melihat ular tembaga yang dibuat Musa. setiap orang diberi kehendak bebas dalam mengambil keputusan dalam hidup mereka. Apakah memutuskan untuk percaya lalu melihat ular tedung tembaga atau memilih cara lain. Itu benar-benar keputusan seseorang dalam hidupnya. Bagian Musa adalah melakukan perintah Tuhan saja. Yaitu membuat ular tembaga dan kemudian meletakkannya pada sebuah tiang. Cukup!!


Seperti Firman Tuhan diatas ; "Anak Manusia harus ditinggikan,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal"


Bagian kita adalah meninggikan Tuhan dalam hidup kita, berdoa bagi mereka orang-orang yang Tuhan taruh di sekeliling kita. Alih-alih memaksa mereka melakukan hal yang kita pikir "seharusnya dilakukan", tapi kita belajar "mengikhlaskan" mereka berproses dalam hidup mereka, sementara kita juga melakukan bagian kita untuk mereka. Tuhan punya caranya sendiri untuk menyatakan diriNya bagi setiap orang. Bukan artinya mengikhlaskan mereka untuk kemudian tidak menerima anugerah keselamatan itu, tetapi disisi lain harus juga menyadari bahwa setiap orang punya keputusan dalam hidup.kesadaran ini penting, supaya kita tidak tertekan dengan keputusan mereka yang di layani. Dan keputusan ku.. meninggikan Tuhan Yesus melalui hidupku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar